Rekor Net Buy Rp 2 T: Investor Asing Bidik BUMI, BRMS, DEWA untuk Keuntungan Besar

Rekor Net Buy Rp 2 T: Investor Asing Bidik BUMI, BRMS, DEWA untuk Keuntungan Besar

Pasar saham Indonesia kembali bergairah setelah catatan net buy mencengangkan dari investor asing senilai Rp 2 triliun pada perdagangan akhir pekan lalu. Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi dalam sebulan terakhir, dengan fokus utama pada tiga saham unggulan: BUMI (PT Bumi Resources Tbk), BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk), dan DEWA (PT Darma Henwa Tbk). Langkah agresif ini sinyal kuat kepercayaan asing terhadap sektor pertambangan dan energi di tengah gejolak harga komoditas global.

Menurut data BEI yang dirilis Senin (5/1), investor asing memborong saham-saham tersebut hingga mencapai net buy kumulatif Rp 2.047 miliar. BUMI mendominasi dengan net buy Rp 850 miliar, diikuti BRMS Rp 650 miliar, dan DEWA Rp 547 miliar. Transaksi ini terjadi di tengah IHSG yang menguat 1,2% ke level 7.450, didorong sentimen positif dari kebijakan fiskal pemerintah dan pemulihan harga batubara serta nikel.

Alasan Asing Buru BUMI, BRMS, dan DEWA

Rekor Net Buy Rp 2 T: Investor Asing Bidik BUMI, BRMS, DEWA untuk Keuntungan Besar
(Foto Saham DEWA dari Google Finansial)
Investor asing tampaknya melihat peluang emas di ketiga emiten ini, yang semuanya bergerak di sektor tambang. Berikut breakdown alasannya:

BUMI (Bumi Resources): Sebagai raksasa batubara, BUMI diuntungkan oleh lonjakan harga batubara kalori tinggi ke US$ 150 per ton, naik 15% sejak Desember 2025. Produksi kuartal IV/2025 diproyeksi tembus 50 juta ton, didukung ekspansi di Kalimantan. Valuasi PBV saham hanya 0,8x, undervalued dibanding kompetitor. Asing seperti BlackRock dan Temasek dikabarkan tambah posisi hingga 12% kepemilikan.

BRMS (Bumi Resources Minerals): Fokus pada nikel dan emas, BRMS sedang panas dengan proyek smelter di Sulawesi yang mulai operasi akhir 2025. Harga nikel baterai EV melonjak 20% ke US$ 18.000 per ton, sejalan dengan booming permintaan dari Tesla dan BYD. Net buy asing ini dorong harga saham naik 8% dalam seminggu, dengan target harga analis Rp 200 per lembar.

DEWA (Darma Henwa): Kontraktor tambang ini unggul di layanan kontrak epc untuk proyek nikel dan batubara. Kontrak baru senilai Rp 3 triliun dari konsorsium Vale dan Antam jadi magnet. Margin laba bersih Q4/2025 diprediksi 18%, tertinggi dalam 3 tahun. Asing bidik DEWA untuk diversifikasi portofolio energi transisi.

SahamNet Buy Asing (Rp M)Kenaikan Harga (%)PBV (x)Target Harga (Rp)
BUMI8506,50,8500
BRMS6508,21,2200
DEWA5477,10,9150

Dampak ke IHSG dan Prospek 2026

Net buy Rp 2 T ini jadi booster IHSG yang sempat lesu akibat tekanan suku bunga BI di 6,25%. Analis Mandiri Sekuritas bilang, "Ini indikasi asing rotate dana dari AS ke emerging market seperti Indonesia, terutama komoditas." Prospek 2026 cerah dengan proyeksi ekspor tambang Rp 1.500 triliun, didukung hilirisasi nikel Jokowi-Prabowo.
Next Post Previous Post