RLCO ARA 17 Kali: Prospek Gemilang Menuju Laba Rp40 Miliar di 2026
Saham RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk) mencatatkan rekor Auto Reject Atas (ARA) 17 hari berturut-turut sejak IPO pada 8 Desember 2025, dengan kenaikan harga hingga 1.810% dari Rp168 menjadi sekitar Rp3.210-Rp4.010. Fenomena ini mengalahkan rekor CDIA milik Prajogo Pangestu, didorong fundamental kuat di bisnis pengolahan sarang burung walet.
Performa Harga Terkini
| (Foto Saham RLCO dari Google Finansial) |
Target Laba 2026
Perusahaan bidik laba bersih Rp40 miliar dan pendapatan Rp700 miliar di 2026, didukung dana IPO Rp105 miliar untuk modal kerja dan ekspansi anak usaha PT Realfood Winta Asia. Ekspor sarang burung walet olahan ke China (80% pendapatan) dan pasar global seperti Hong Kong, AS, Vietnam, Thailand jadi pendorong utama transformasi dari komoditas ke industri bernilai tambah.
Faktor Pendukung Prospek
Fundamental Bisnis: Holding Realfood fokus ekspor premium kesehatan, dengan kinerja laba meningkat signifikan pasca-IPO.
Sentimen Pasar: Efek psikologi FOMO ritel ciptakan reli ekstrem, plus rencana ekspansi global oleh Direktur Utama Edwin Pranata.
Posisi Pasar: Top gainer awal 2026, rekor MURI ARA IPO terpanjang di IHSG (15-17x tanpa koreksi).
Risiko dan Rekomendasi
Volatilitas tinggi picu intervensi BEI (suspensi 2x, FCA), berpotensi koreksi setelah euforia. Investor pantau arus kas kuartal I 2026 dan ekspor; cocok untuk trading jangka pendek, tapi diversifikasi esensial mengingat valuasi premium pasca-ARA. Prospek gemilang jika target laba tercapai, tapi waspadai regulasi ARA (20-35% batas harian).

