UBS Lepas Saham BUMI, Kantongi Dana Rp133,8 Miliar

 

UBS Lepas Saham BUMI, Kantongi Dana Rp133,8 Miliar

UBS AG London baru-baru ini melepas sebagian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada awal Januari 2026, menghasilkan dana sekitar Rp133,8 miliar dari transaksi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio, khususnya hedging terhadap aktivitas derivatif klien, dan menandai penurunan kepemilikan UBS di emiten tambang batubara tersebut.

Detail Transaksi Penjualan

UBS menjual sebanyak 289,62 juta lembar saham BUMI pada tanggal 6 Januari 2026 dengan harga rata-rata Rp462 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp133,81 miliar secara presisi, yang dilaporkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehari sebelumnya pada 5 Januari, UBS justru tercatat melakukan net buy saham BUMI, menunjukkan fluktuasi aktivitas perdagangan mereka.

Perubahan Struktur Kepemilikan

Sebelum divestasi, UBS AG London memegang 22,43 miliar saham BUMI, setara dengan 6,04% hak suara. Setelah penjualan, kepemilikan mereka berkurang menjadi 22,14 miliar saham atau 5,96% hak suara, masih menempatkan UBS sebagai salah satu pemegang saham institusional utama. Penurunan ini tidak signifikan secara keseluruhan tapi mencerminkan penyesuaian posisi di tengah volatilitas pasar komoditas.

Konteks Pasar dan Implikasi

Saham BUMI baru-baru ini menarik perhatian investor asing, meski UBS memilih mengurangi posisi. Pada pekan perdagangan 5-9 Januari 2026, investor asing justru memborong saham BUMI dan sembilan emiten lain, menandakan sentimen positif terhadap sektor pertambangan. Bagi investor ritel seperti di Indonesia, transaksi ini bisa menjadi sinyal untuk memantau pergerakan harga BUMI, yang dipengaruhi harga batubara global dan kebijakan domestik.

Rekomendasi Monitoring

Pantau laporan net buy/sell investor asing harian di BEI dan situs seperti Bloomberg Technoz atau Emiten News untuk update serupa. Volatilitas BUMI tinggi karena faktor komoditas, jadi pertimbangkan diversifikasi jika berinvestasi.

Next Post Previous Post