Saham BUMI Digoyang Transaksi Nego Rp 1,7 Triliun
Saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) baru-baru ini digoyang oleh transaksi besar di pasar negosiasi senilai Rp 1,7 triliun, yang memengaruhi pergerakan harganya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Transaksi nego ini tercatat pada 28 Januari 2026, dengan nilai Rp 1,71 triliun di harga Rp 257 per saham, saat saham BUMI sedang tertekan setelah menyentuh auto rejection bawah (ARB) dua hari berturut-turut. Harga saham sempat anjlok hingga Rp 250 intraday, dengan koreksi 8,82% ke Rp 268 hingga pukul 15.00 WIB, meski total transaksi harian mencapai Rp 10,3 triliun. Transaksi ini menjadi salah satu yang terbesar, mirip pola sebelumnya seperti nego Rp 6,92 triliun pada 18 Januari 2026 oleh Chengdong Investment.
Detail Transaksi
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
Dampak Harga
Saham BUMI menunjukkan volatilitas tinggi, dengan tren penurunan sebelumnya akibat divestasi pemegang saham seperti Chengdong (3,71 miliar lembar sejak Desember 2025) dan Treasure Global Investments (18,19 miliar lembar). Pada hari transaksi Rp 1,7T, BUMI bangkit sementara tapi tetap dominan di pasar, menyumbang porsi signifikan dari aktivitas BEI.
Konteks Pasar
Kondisi ini sejalan dengan tekanan pasar lebih luas, termasuk peringatan MSCI soal free float dan reformasi regulasi BEI yang dibahas Menko Airlangga Hartarto. Investor asing net buy Rp 947 miliar pada periode serupa, tapi BUMI anjlok 12,77% dalam lima hari sebelumnya.

