Saham INET 2026: Peluang Lonjakan Pendapatan Ganda atau Risiko Volatilitas Pasca Rights Issue? Ini Prediksinya

Saham INET 2026: Peluang Lonjakan Pendapatan Ganda atau Risiko Volatilitas Pasca Rights Issue? Ini Prediksinya

Saham INET menawarkan peluang pertumbuhan signifikan di 2026 berkat target pendapatan dua kali lipat dari proyek kabel laut, meski dibayangi risiko volatilitas akibat rights issue yang baru berlangsung hingga akhir Januari. 

Prediksi analis menunjukkan potensi pemulihan harga pasca-penebusan HMETD, dengan rekomendasi "Selective Accumulation" dan target Rp590-620. Investor perlu waspada terhadap tekanan jual jangka pendek sebelum stabilisasi.

Prospek Positif

Perusahaan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) optimistis dengan ekspansi infrastruktur telekomunikasi B2B, termasuk FTTH, Wi-Fi 7, dan kabel bawah laut Jakarta-Singapura yang rampung Q1/2026. Rights issue senilai Rp2,93 triliun akan mendanai proyek ini, mendukung kinerja laba yang melonjak 800% di 2025 setelah surge 600%. Analis memproyeksikan rebound likuiditas pasca-22 Januari 2026 sebagai titik balik.

Risiko Utama

Saham INET 2026: Peluang Lonjakan Pendapatan Ganda atau Risiko Volatilitas Pasca Rights Issue? Ini Prediksinya
(Foto Saham INET dari Google Finansial)
Rights issue dengan rasio 3:4 dan harga Rp250 per saham menyebabkan penyesuaian harga teoritis ke Rp472, memicu fluktuasi ekstrem termasuk ARA 25% lalu anjlok 23-30%. Overhang HMETD dan waran Seri II berpotensi perpanjang tekanan jual hingga akhir Januari, ditambah distribusi besar dari broker. Harga saat ini sensitif terhadap sentimen IHSG yang melemah.

Strategi Investasi

Aspek

Peluang

Risiko

Rekomendasi

Jangka Pendek (Jan 2026)

Penebusan HMETD turunkan harga rata-rata

Volatilitas tinggi, overhang supply

Jual HMETD jika tak mau tambah dana 

Jangka Menengah (Q2-Q3 2026)

Pendapatan ganda dari proyek kabel laut

Breakdown di bawah Rp470

Akumulasi selektif di Rp472-500

Jangka Panjang (Akhir 2026)

Target Rp590-620, ekspansi digital

Sentimen pasar makro

Hold untuk investor infrastruktur


Pantau distribusi HMETD (8-22 Januari) dan penyerahan saham (12-26 Januari) untuk timing entry, sesuai minat Anda pada saham Indonesia.

Next Post Previous Post