BUMI Terbaru: Peluang Masuk MSCI Global Standard Kian Menguat

BUMI Terbaru: Peluang Masuk MSCI Global Standard Kian Menguat
Saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) semakin menjanjikan untuk masuk indeks MSCI Indonesia Global Standard pada rebalancing Februari 2026, berkat pemulihan harga saham yang kuat, peningkatan likuiditas, dan fundamental bisnis yang semakin kokoh.

Kriteria Pemenuhan MSCI

BUMI Terbaru: Peluang Masuk MSCI Global Standard Kian Menguat
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
BUMI telah memenuhi syarat utama MSCI Global Standard, termasuk harga saham minimal Rp315 yang sudah terlampaui sejak akhir 2025, kapitalisasi pasar mencapai USD10,3 miliar, serta free float adjusted sebesar 28,3%. Likuiditas harian rata-rata mencapai USD36,7 juta dalam 6 bulan terakhir, menempatkan saham ini di atas ambang batas MSCI untuk upgrade dari Small Cap ke Standard. Pengamat pasar mencatat BUMI menyusul jejak BRMS yang baru saja masuk MSCI Big Cap Index, dengan performa serupa di sektor komoditas.

Perkembangan Bisnis Pendukung

Akuisisi tambang emas terbaru oleh anak usaha BRMS Minerals memperkaya portofolio BUMI di luar batu bara, mengurangi ketergantungan pada siklus komoditas primer. Pendapatan 2025 naik signifikan berkat rebound harga batubara dan ekspansi operasional di PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta PT Arutmin Indonesia. Strategi diversifikasi ini membuat valuasi BUMI lebih atraktif bagi investor institusional global.

Proyeksi Harga dan Inflow

Analis memperkirakan masuk MSCI bisa memicu inflow dana asing USD180-300 juta, mendorong harga saham menuju Rp450-Rp500 dalam waktu singkat. Harga terakhir pada 8 Januari 2026 mencapai Rp460, naik 1,77% hari itu, dengan potensi auto rejection atas seperti saham sejenis. Indo Premier menobatkan BUMI sebagai kandidat terkuat dibanding pesaing seperti PTRO atau PANI.

Kandidat Lain dan Konteks Pasar

Selain BUMI, saham seperti BRMS, PTRO, dan PANI juga masuk radar, tapi BUMI unggul dalam ukuran pasar dan likuiditas. Rebalancing MSCI Februari 2026 diantisipasi tarik dana asing lebih besar ke IDX, sejalan dengan rebound IHSG pasca-pemilu AS. Investor ritel disarankan pantau pengumuman resmi MSCI akhir Januari.

Next Post Previous Post