BUMI Terbaru: Peluang Masuk MSCI Global Standard Kian Menguat
Kriteria Pemenuhan MSCI
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
Perkembangan Bisnis Pendukung
Akuisisi tambang emas terbaru oleh anak usaha BRMS Minerals memperkaya portofolio BUMI di luar batu bara, mengurangi ketergantungan pada siklus komoditas primer. Pendapatan 2025 naik signifikan berkat rebound harga batubara dan ekspansi operasional di PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta PT Arutmin Indonesia. Strategi diversifikasi ini membuat valuasi BUMI lebih atraktif bagi investor institusional global.
Proyeksi Harga dan Inflow
Analis memperkirakan masuk MSCI bisa memicu inflow dana asing USD180-300 juta, mendorong harga saham menuju Rp450-Rp500 dalam waktu singkat. Harga terakhir pada 8 Januari 2026 mencapai Rp460, naik 1,77% hari itu, dengan potensi auto rejection atas seperti saham sejenis. Indo Premier menobatkan BUMI sebagai kandidat terkuat dibanding pesaing seperti PTRO atau PANI.
Kandidat Lain dan Konteks Pasar
Selain BUMI, saham seperti BRMS, PTRO, dan PANI juga masuk radar, tapi BUMI unggul dalam ukuran pasar dan likuiditas. Rebalancing MSCI Februari 2026 diantisipasi tarik dana asing lebih besar ke IDX, sejalan dengan rebound IHSG pasca-pemilu AS. Investor ritel disarankan pantau pengumuman resmi MSCI akhir Januari.

