Saham Konglomerat Grup Bakrie: Tumbang Sementara, Potensi Untung Masih Terbesar
Saham Grup Bakrie seperti BUMI, BRMS, DEWA, dan ENRG mengalami penurunan sementara di awal 2026 setelah reli signifikan sepanjang akhir 2025. Penurunan ini mencapai 3-7% pada 12 Januari 2026, dipicu tekanan pasar dan rotasi dana, meski potensi rebound tetap tinggi berkat katalis seperti prospek masuk indeks MSCI dan minat investor asing.
Performa Terkini
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
Faktor Penurunan
Saham Grup Bakrie terbebani volatilitas IHSG akibat sentimen sektoral pertambangan dan energi yang melemah sementara. Investor ritel dan asing sempat net buy signifikan pada Desember 2025, tapi profit-taking memicu "tumbang" jangka pendek.
Potensi Keuntungan
Analis memproyeksikan tren naik berlanjut: BUMI target Rp400 (trading buy), BRMS Rp1.040 (speculative buy), ENRG Rp1.600. Peluang masuk MSCI Februari 2026 dan euforia perbaikan kinerja/tata kelola bisa dorong kenaikan hingga 50%+ dari level saat ini. Pantau koreksi untuk entry, hindari beli di puncak.

