Saham Konglomerat Grup Bakrie: Tumbang Sementara, Potensi Untung Masih Terbesar

Saham Konglomerat Grup Bakrie: Tumbang Sementara, Potensi Untung Masih Terbesar

Saham Grup Bakrie seperti BUMI, BRMS, DEWA, dan ENRG mengalami penurunan sementara di awal 2026 setelah reli signifikan sepanjang akhir 2025. Penurunan ini mencapai 3-7% pada 12 Januari 2026, dipicu tekanan pasar dan rotasi dana, meski potensi rebound tetap tinggi berkat katalis seperti prospek masuk indeks MSCI dan minat investor asing.

Performa Terkini

Saham Konglomerat Grup Bakrie: Tumbang Sementara, Potensi Untung Masih Terbesar
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Hingga 12 Januari 2026, DEWA turun 6,96% ke Rp735, BUMI -4,59% ke Rp416, dan BRMS -3,57%. Koreksi ini dianggap sehat setelah kenaikan tajam sebelumnya, dengan analis merekomendasikan buy on weakness untuk DEWA di Rp456–Rp470 (target Rp600).

Faktor Penurunan

Saham Grup Bakrie terbebani volatilitas IHSG akibat sentimen sektoral pertambangan dan energi yang melemah sementara. Investor ritel dan asing sempat net buy signifikan pada Desember 2025, tapi profit-taking memicu "tumbang" jangka pendek.

Potensi Keuntungan

Analis memproyeksikan tren naik berlanjut: BUMI target Rp400 (trading buy), BRMS Rp1.040 (speculative buy), ENRG Rp1.600. Peluang masuk MSCI Februari 2026 dan euforia perbaikan kinerja/tata kelola bisa dorong kenaikan hingga 50%+ dari level saat ini. Pantau koreksi untuk entry, hindari beli di puncak.


 

Next Post Previous Post