Saham RLCO Meledak Pasca-IPO: Serap Rp10 Triliun, Tren Naik Terus

 

Saham RLCO Meledak Pasca-IPO: Serap Rp10 Triliun, Tren Naik Terus
(Foto Saham RLCO dari Google Finansial)
Saham RLCO dari PT Abadi Lestari Indonesia, emiten pengolahan sarang burung walet, mengalami lonjakan dramatis pasca-IPO pada 8 Desember 2025. Harga IPO Rp168 per saham melonjak hingga ribuan persen dalam hitungan minggu, mencapai Rp5.050 per lembar per 31 Desember 2025, dengan auto reject atas (ARA) beruntun hingga 18 hari.

Dana IPO

Perusahaan menghimpun Rp105 miliar brutto dari IPO, bersih Rp100,23 miliar setelah biaya Rp4,76 miliar. Hanya Rp10 miliar (10%) terserap untuk modal kerja hingga akhir 2025, sisanya Rp90,23 miliar disimpan sebagai giro dengan bunga 1,5%. Alokasi utama mencakup 56% untuk modal kerja dan 44% untuk penyertaan modal anak usaha PT Realfood Winta Asia.

Performa Harga

Saham RLCO Meledak Pasca-IPO: Serap Rp10 Triliun, Tren Naik Terus
(Foto Saham RLCO dari Google Finansial)
Dari harga IPO Rp168, saham naik 2.906% menjadi Rp5.050 dalam 20 hari perdagangan, sering ARA atas. Pada 9 Januari 2026, sempat Rp4.010 (naik 2.286% dari IPO) dengan ARA 18 hari beruntun. Oversubscription mencapai 948 kali pada allotment, rekor IPO.

Struktur Pemegang Saham

Realco Omega pegang 77,6% (2,42 miliar lembar), Edwin Pranata 2,32%, Edi Haryanto 0,04%, publik 20,04% (626,25 juta lembar). Jumlah pemegang saham melonjak ke 279.042 orang per akhir 2025.

Hingga awal Januari 2026, tren naik terus dengan ARA berulang, viral di media sosial, meski valuasi tinggi picu spekulasi. Masuk Papan FCA BEI belum sebulan IPO.

Next Post Previous Post