Toba Pulp Lestari Langsung Buka Suara Usai Disikat Luhut
PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) merespons kritik tajam dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan terkait dugaan kerusakan lingkungan di Tapanuli, Sumatera Utara. Luhut menolak operasi perusahaan tersebut, mengingat sejarah penolakannya sejak era Presiden Gus Dur.
Respons TPL
Direktur TPL Anwar Lawden menegaskan bahwa operasional perusahaan berjalan sesuai izin resmi pemerintah, termasuk persetujuan lingkungan dan RKUPHHK, serta diawasi ketat oleh instansi terkait. Audit KLHK periode 2022-2023 menyatakan TPL taat regulasi tanpa pelanggaran lingkungan atau sosial, dan perusahaan membantah tuduhan perusakan ekosistem karena tidak didukung fakta.
Pernyataan Luhut
Luhut membantah keterlibatan pribadinya dengan TPL dan mengulang penolakannya sejak 2001 setelah melihat demo masyarakat yang mengeluhkan pencemaran air Danau Toba, bau, serta potongan kayu. Ia pernah usulkan penutupan perusahaan saat menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Sikap Perusahaan
TPL mendukung evaluasi otoritas, mengacu pada pengelolaan hutan lestari dan SOP terdokumentasi, serta membuka dialog berbasis data akurat demi keberlanjutan di wilayah Tano Batak.

