Update Banjir Jakarta: 1.349 Orang Mengungsi, Wilayah Mana Saja yang Terparah?
Detail Pengungsi per Wilayah
Wilayah paling parah terdampak banjir meliputi:
|
Wilayah |
Jumlah Pengungsi |
Lokasi Pengungsian |
Keterangan |
|
Tegal Alur (Jakbar) |
516 jiwa |
RPTRA Alur Anggrek, Rusun Lokbin, mushola setempat |
Genangan tertinggi, evakuasi prioritas utama. |
|
Semper Barat (Jakut) |
530 jiwa |
Rusun Embrio |
Banjir meluas ke 11 RT, warga bertahan di posko. |
|
Warakas (Jakut) |
175 jiwa |
3 rumah ibadah |
Tambahan dampak di Kedaung Kali Angke. |
|
Lainnya (Jakbar/Utara) |
128 jiwa |
Berbagai posko |
Termasuk Kota Bambu Selatan dan Cakung Barat. |
Total ini mencapai sekitar 1.349 jiwa pada puncak banjir tanggal 13 Januari, dengan data terbaru menunjukkan 1.398 jiwa pada 12-13 Januari sebelum sebagian surut.
Kronologi dan Penyebab
Banjir dipicu curah hujan ekstrem sejak akhir Desember 2025, memengaruhi 125 RT dan 27 jalan di puncaknya pada 22 Januari. Titik kritis termasuk drainase tersumbat dan luapan sungai di Jakbar-Jakut, menyebabkan 36-125 RT terendam dengan ketinggian 30-150 cm. BPBD DKI Jakarta merespons dengan evakuasi cepat, penyedotan air, dan distribusi logistik seperti makanan serta obat-obatan.
Update Status Terkini
Hingga 22-24 Januari 2026, 11 RT masih terendam meski sebagian besar sudah surut dari level 1.398 pengungsi. Tidak ada laporan korban jiwa signifikan di Jakarta, tapi BNPB catat dampak serupa di Banten dan NTB dengan 2 meninggal dunia. Pemantauan video menunjukkan petugas evakuasi aktif di Cakung Barat dan sekitarnya.
Respons Pemerintah dan Tips Warga
Pemerintah: Tim BPBD dan Tagana kerahkan 43-387 personel awal, kini fokus normalisasi.
Tips: Hindari area banjir, pantau info resmi BPBD DKI via app atau situs, siapkan tas darurat, dan laporkan genangan via 112. Banjir ini mirip pola musiman Jakarta, dipengaruhi urbanisasi dan perubahan iklim.

