Update Cuaca Januari 2026 Indonesia: Suhu Dingin, Curah Hujan Tinggi, dan Tips Bertahan
Memasuki bulan Januari 2026, Indonesia memasuki puncak musim hujan dengan pengaruh La NiƱa yang masih dominan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah, disertai suhu udara yang terasa lebih dingin akibat awan tebal dan angin kencang. Prediksi ini menandakan potensi banjir, longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari, terutama di Sumatera Utara seperti Medan.
Prakiraan Cuaca Umum Januari 2026
Berdasarkan model prediksi BMKG per 1 Januari 2026, bulan ini didominasi sistem atmosfer basah dari Samudra Hindia. Curah hujan rata-rata nasional bisa mencapai 300-500 mm, naik 20-30% dibanding Desember 2025.
Sumatera Utara (termasuk Medan): Hujan lebat hampir setiap hari, intensitas 50-100 mm/hari. Suhu siang 26-29°C, malam 22-24°C terasa lebih dingin karena kelembaban 85-95%. Potensi banjir di daerah rendah seperti Medan dan Binjai.
Jawa dan Bali: Hujan sedang hingga lebat, suhu 24-30°C. Jakarta dan Bandung rawan genangan air.
Sulawesi dan Papua: Curah hujan ekstrem di Manado dan Jayapura, dengan angin kencang hingga 40 km/jam.
Wilayah Kering (NTT, NTT): Hujan ringan saja, suhu hangat 28-32°C.
Grafik tren menunjukkan puncak hujan pada minggu kedua (7-14 Januari), dengan risiko gelombang tinggi di Selat Malaka.
Dampak dan Peringatan Dini
Cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu transportasi, pertanian, dan kesehatan masyarakat. Di Medan, BMKG mengeluarkan peringatan siaga banjir untuk Sungai Deli dan sekitarnya. Petani padi di Sumut disarankan panen dini untuk hindari kerusakan hasil.
| Wilayah | Risiko Utama | Tingkat Peringatan |
|---|---|---|
| Medan & Sumut | Banjir, longsor | Tinggi (Level III) |
| Jakarta | Genangan air | Sedang (Level II) |
| Papua | Angin kencang | Tinggi (Level III) |

