BBCA Anjlok 1,68% Hari Ini: 3 Pemicu Utama di Balik Penurunan Saham BCA Kamis (12/2)
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hari ini, Kamis 12 Februari 2026, ditutup anjlok 1,68% di tengah tekanan pasar yang berkelanjutan. Penurunan ini mencerminkan tren pelemahan BBCA sejak awal tahun, dipicu oleh faktor eksternal dan sentimen investor.
Pemicu 1: Tekanan Jual Investor Asing
Investor asing terus melakukan net sell besar-besaran terhadap saham BBCA, dengan akumulasi mencapai triliunan rupiah dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menekan harga saham hingga level rendah seperti Rp7.500 per saham pada akhir Januari, dan tren ini tampaknya berlanjut hingga Februari.
Analis Infovesta Utama menilai pelemahan lebih disebabkan rotasi dana asing daripada masalah fundamental BCA.
Pemicu 2: Sentimen Pasar Global dan MSCI
| (Foto Saham BBCA dari Google Finansial) |
Faktor ini memperburuk tekanan pada saham perbankan Indonesia secara keseluruhan.
Pemicu 3: Kebijakan Moneter BI dan Perlambatan Kredit
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia meningkatkan biaya dana BCA dan menekan permintaan kredit, meski likuiditas bank tetap longgar. Penyaluran kredit BBCA melambat, ditambah pertumbuhan laba bersih yang hanya single digit, membuat investor khawatir akan prospek jangka pendek.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menegaskan fokus manajemen pada kinerja optimal untuk jaga kepercayaan, tapi harga saham 70-80% dikendalikan investor asing.
|
Faktor |
Dampak pada BBCA |
Contoh Data Terkini |
|
Jual Asing |
Net sell Rp1,79T |
Koreksi 6,54% sebulan |
|
Sentimen Global |
Rotasi ke aset aman |
Anjlok 4,63% akibat MSCI |
|
Kebijakan BI |
Biaya dana naik |
Laba single digit |

