BEI Dijadwalkan Bertemu Kembali dengan MSCI, Poin Ini yang akan Dibahas

BEI Dijadwalkan Bertemu Kembali dengan MSCI, Poin Ini yang akan Dibahas

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas reformasi pasar modal Indonesia. Pertemuan ini melanjutkan diskusi sebelumnya pada awal Februari dan respons terhadap proposal yang dikirimkan pada 5 Februari 2026.

Latar Belakang Pertemuan

BEI, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), merespons masukan MSCI terkait transparansi data kepemilikan saham dan free float. 

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pertemuan teknis ini membahas delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal, dengan target penyelesaian sebelum akhir April 2026. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia agar selaras dengan standar global.

Poin-Poin Utama yang Dibahas

Berikut tiga poin kunci yang menjadi fokus utama:

Penyempurnaan Klasifikasi Investor di KSEI: Struktur Single Investor Identification (SID) akan dikembangkan dari 9 kategori menjadi 28 subkategori untuk data kepemilikan saham yang lebih rinci dan akurat.

Peningkatan Minimum Free Float: Ambang batas free float emiten dinaikkan secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%, termasuk target perantara dan pendampingan bagi perusahaan tercatat.

Inisiatif Reformasi Lainnya: Termasuk penguatan transparansi informasi dan struktur pasar modal secara keseluruhan, sebagai bagian dari proposal BEI kepada MSCI.

Dampak Potensial

Pertemuan ini diharapkan mempercepat inklusi saham Indonesia dalam indeks MSCI, menarik aliran investasi asing lebih besar. Reformasi ini juga menanggapi kritik sebelumnya soal minimnya transparansi data BEI. Investor disarankan memantau perkembangan pasca-pertemuan untuk peluang di IHSG.

Next Post Previous Post