Belum Mampu Rebound, IHSG Melemah Jelang Penutupan Jumat 27 Februari di 0,17 Persen

Belum Mampu Rebound, IHSG Melemah Jelang Penutupan Jumat 27 Februari di 0,17 Persen
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, sejalan dengan laporan bahwa indeks belum mampu rebound signifikan menjelang penutupan. Indeks dibuka turun sekitar 0,17-0,30% di level 8.211-8.221 dari penutupan sebelumnya di 8.235. Sesi I ditutup lebih dalam dengan penurunan 0,31% ke 8.209, sementara data penutupan penuh belum tersedia secara real-time pada pukul 15:28 WIB.

Pergerakan Harian

IHSG berfluktuasi antara level tertinggi 8.235 dan terendah 8.093 selama sesi pagi hingga siang. Tekanan jual mendominasi dengan lebih banyak saham melemah (sekitar 420 vs 239 menguat di sesi I). Volume transaksi mencapai Rp11,23 triliun di sesi I.

Penyebab Pelemahan

Pelemahan dipicu oleh tekanan sentimen global dan domestik, termasuk peringatan S&P Global Ratings soal risiko utang Indonesia. Tujuh sektor terkoreksi, dipimpin transportasi (-2,11%), infrastruktur, dan energi; hanya sektor industri yang menguat (+1,99%). Prediksi analis menunjukkan risiko koreksi lanjutan ke 8.081-8.149.

Rekomendasi Saham

Analis MNC Sekuritas sarankan buy on weakness untuk BBRI (target 4.500+), BKSL, ENRG, dan MDKA. Saham bertransaksi tinggi termasuk BUMI, BNBR, BUVA.

Prospek Mendatang

IHSG diproyeksi bergerak di rentang support 8.025-7.861 dan resistance 8.408-8.596, dengan potensi rebound teknikal jika sentimen membaik. Pantau rebalancing MSCI efektif 2 Maret yang bisa tambah volatilitas.

 

Next Post Previous Post