Saham GOTO Dikoleksi Investor Global di Tengah Koreksi, Sinyal Apa?
Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Februari 2026 masih terbilang tertekan, dengan harga cenderung bergerak di kisaran level rendah dibandingkan harga pembukaan sebelumnya. Namun, di balik koreksi yang berlangsung cukup intens, sejumlah investor institusi global, termasuk raksasa seperti BlackRock Inc, terpantau aktif mengakumulasi saham GOTO, baik melalui pembelian baru maupun average down atas posisi yang sudah mereka miliki.
Aksi beli global di tengah tekanan harga
Data broker dan laporan analis menunjukkan adanya pola beli bersih oleh investor asing di beberapa periode, meskipun total volume masih berada dalam dinamika pasar yang fluktuatif. Misalnya, di awal Februari 2026, saham GOTO terkoreksi hingga single digit, tetapi di saat yang sama investor institusi global justru tercatat memperbesar porsi kepemilikan, terutama investor dengan kapasitas modal besar seperti BlackRock dan beberapa nama global lainnya.
Aksi ini menunjukkan adanya penilaian bahwa valuasi saham GOTO saat ini sudah cukup menarik secara jangka panjang, meskipun emiten masih berada di jalur transformasi dan belum sepenuhnya menghasilkan profitabilitas stabil. Banyak investor kakap tampak memandang koreksi sebagai kesempatan untuk “menyerok” saham teknologi kelas consumer‑tech yang memiliki jejak pasar massive melalui layanan transportasi, logistik, e‑commerce, dan layanan keuangan digital.
Prospek bisnis yang masih jadi daya tarik
Di balik volatilitas harga, pertumbuhan bisnis GOTO masih cukup menonjol, terutama pada segmen pinjaman konsumen dan layanan on‑demand.
Data yang tersedia menunjukkan nilai buku pinjaman konsumen tumbuh sekitar 90% year‑on‑year, dengan pendapatan dari segmen ini melonjak sekitar 130% dalam periode yang sama. Sementara itu, segmen On‑Demand Services (ODS) juga mencatat EBITDA yang disesuaikan tumbuh sekitar 264% tahunan seiring optimasi biaya dan skala operasional.
Kombinasi skala ekosistem, penetrasi pengguna, dan diversifikasi layanan digital ini menjadi argumen utama mengapa investor global tetap melihat GOTO sebagai “idea jangka panjang”, meskipun di pasar jangka pendek masih terseret sentimen makro dan likuiditas IHSG yang lesu. Selain itu, isu‑isu strategis seperti potensi merger atau sinergi dengan pemain regional seperti Grab juga sempat memicu kembali minat investor global, terutama pada periode akhir 2025.
Sinyal apa untuk investor ritel?
Koleksi saham GOTO oleh investor global dapat dibaca sebagai sinyal bahwa valuasi saat ini sudah cukup “diskon” relatif terhadap potensi arus kas dan profitabilitas yang diperkirakan di masa depan. Namun demikian, investor ritel perlu menyadari bahwa GOTO masih berada di fase transisi, dimana biaya dan investasi masih tinggi, sehingga koreksi harga bisa berlanjut dalam jangka pendek.
Beberapa analis justru menyarankan pendekatan value investor bagi pemain ritel, yaitu:
Fokus pada horizon jangka menengah–panjang (minimal 2–3 tahun).
Menghindari market timing ekstrem, dan lebih memilih strategi akumulasi bertahap di area koreksi.
Memantau fundamental seperti pertumbuhan pendapatan, rasio EBITDA, dan perbaikan profitabilitas unit bisnis, bukan hanya pergerakan harga harian.
Singkatnya, aksi koleksi investor global di tengah koreksi GOTO bisa menjadi sinyal penilaian bahwa harga saham saat ini belum sepenuhnya merefleksikan prospek jangka menengah emiten teknologi besar Tanah Air ini.
Namun, itu tetap harus diimbangi dengan manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan pemahaman bahwa GOTO masih menyandang risiko kinerja serta volatilitas sentimen pasar yang lebih tinggi dibanding saham konvensional.

