BSI Catat Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Rp73,92 Triliun Sepanjang 2025
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan pencapaian signifikan dalam pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,92 triliun sepanjang 2025, naik 11,20% secara year-on-year. Angka ini mencerminkan komitmen BSI terhadap ekonomi hijau, sosial, dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: KUR BSI 2026 Resmi Dibuka: Plafon hingga Rp500 Juta dan Margin Setara 6% per Tahun
Rincian Penyaluran
Dari total tersebut, Rp58,26 triliun dialokasikan untuk pembiayaan UMKM, menyumbang sekitar 79% porsi, sementara Rp15,66 triliun ditujukan untuk pembiayaan hijau termasuk kendaraan ramah lingkungan senilai Rp396 miliar. Pembiayaan berkelanjutan ini berkontribusi 23,18% dari total portofolio pembiayaan BSI yang mencapai Rp319 triliun per Desember 2025.
BSI juga menerbitkan Sustainability Sukuk senilai Rp5 triliun sebagai bagian dari strategi berkelanjutan.
Strategi Pendukung UMKM
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menekankan fokus pada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional melalui pendampingan hulu hingga hilir via BSI UMKM Center. Pendekatan ini mencakup pembinaan pelaku usaha non-bankable, kolaborasi dengan kementerian, dan komunitas untuk tingkatkan literasi keuangan serta kompetensi.
Inisiatif ini diharapkan dorong UMKM naik kelas dan tahan terhadap tekanan ekonomi.
Dampak Ekonomi Hijau
Pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan BSI selaras dengan integrasi ESG dalam keuangan syariah, memerlukan literasi, inovasi produk, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Capaian 2025 ini menjadi fondasi bagi target pertumbuhan double digit di 2026, dengan keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset.

