BYD Indonesia Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik

BYD Indonesia Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik
BYD Indonesia telah menjadi kekuatan utama dalam menggebrak pasar kendaraan listrik (EV) nasional, dengan pertumbuhan penjualan yang luar biasa sepanjang 2025. Kehadiran merek asal China ini tidak hanya mendominasi pangsa pasar, tetapi juga mendorong adopsi EV secara keseluruhan di Indonesia.

Dominasi Pasar 2025

Sepanjang 2025, BYD mencatat wholesales mencapai 46.711 unit, menyumbang sekitar 52-57% dari total penjualan EV nasional yang tumbuh 141% menjadi 103.931 unit. Model seperti Atto 1 menjadi andalan, terjual ribuan unit per bulan, sementara Denza D9 dan Sealion 7 memperkuat segmen premium. Prestasi ini melampaui total EV 2024 yang hanya 43.000 unit, menjadikan BYD pemimpin pasar meski baru masuk dua tahun.

Tren Awal 2026

Pada Januari 2026, penjualan EV nasional tembus 8.000 unit, dengan BYD menyumbang lebih dari 5.200 unit atau 60% market share, naik hampir lima kali lipat year-on-year. Atto 1 tetap terlaris dengan 3.361 unit, diikuti Jaecoo J5 sebagai runner-up. Meski insentif pajak EV dihapus, tren stabil berkat respons konsumen positif.

Strategi Keberhasilan

BYD sukses melalui pricing kompetitif, jaringan dealer luas, dan marketing mix 4P yang agresif. Rencana produksi lokal di Subang mulai 2026 dengan kapasitas 150.000 unit/tahun diharapkan turunkan harga lebih lanjut. Eagle Zhao, Presdir BYD Indonesia, sebut pertumbuhan ini tunjukkan EV progresif bagi ekosistem otomotif nasional. Hasilnya, BYD bahkan kalahkan merek Jepang seperti Mitsubishi dan Honda di beberapa bulan.

Next Post Previous Post