DJP dan Bea Cukai Optimis Kejar Target Tax Ratio 12 Persen di 2026

DJP dan Bea Cukai Optimis Kejar Target Tax Ratio 12 Persen di 2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menyatakan optimisme penuh untuk mencapai target tax ratio 12 persen pada 2026, sesuai arahan tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Target ambisius ini muncul di tengah pemulihan ekonomi pasca perlambatan 2025, dengan fokus pada reformasi administrasi dan pemanfaatan teknologi.

Konteks Tax Ratio Saat Ini

Tax ratio Indonesia mencapai 9 persen pada akhir 2025, turun dari 10,08 persen di 2024 akibat kontraksi ekonomi global dan domestik.

Realisasi penerimaan pajak tahun lalu hanya 87,6 persen dari target APBN, memicu kebutuhan strategi agresif untuk lonjakan hingga 11-12 persen di 2026.

Purbaya menekankan, target ini krusial untuk memperkuat fiskal negara guna mendanai infrastruktur dan program sosial.

Strategi Utama Pemerintah

Kemenkeu menyusun tiga strategi inti tanpa menaikkan tarif pajak:

Penguatan Administrasi: Integrasi data lintas lembaga via Coretax, peningkatan pengawasan wajib pajak, dan reformasi birokrasi DJP.

Optimalisasi Penerimaan Bea Cukai: Penekanan pada pengawasan impor-ekspor dan pemberantasan kebocoran bea masuk.

Penyegaran SDM: Pelantikan 40 pejabat tinggi DJP baru pada Februari 2026 untuk dorong kinerja.

Strategi

Deskripsi

Dampak Diharapkan

Administrasi Digital

Coretax dan basis data terpadu

Naikkan kepatuhan 20-30%

Pengawasan Ketat

Audit intensif DJP & Bea Cukai

Kurangi kebocoran Rp 50T

Reformasi Organisasi

Rombak pejabat & pelatihan

Tingkatkan efisiensi 15%


Peran DJP dalam Target

DJP bertanggung jawab atas 80 persen penerimaan pajak negara, dengan fokus peningkatan voluntary compliance melalui edukasi dan sanksi tegas.
Direktur Jenderal DJP menargetkan penerimaan pajak Rp 2.300 triliun di 2026, didukung AI untuk deteksi pengemplang.

Reformasi ini termasuk simplifikasi aturan PPN dan PPh untuk UMKM, agar tax ratio naik tanpa beban tambahan.

Kontribusi Bea Cukai

Bea Cukai optimis tambah penerimaan Rp 500 triliun via pengawasan barang mewah dan e-commerce impor.
Strategi mencakup digitalisasi pelabuhan dan kerjasama intelijen dengan Bea Cukai negara mitra.
Purbaya instruksikan sinergi DJP-Bea Cukai untuk capai 12 persen, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan PDB 5,5 persen.

Tantangan dan Solusi

Tantangan utama termasuk fluktuasi ekonomi global, korupsi pajak, dan rendahnya kesadaran wajib pajak.

Solusi: Kampanye masif digital, insentif pajak hijau, dan kolaborasi dengan swasta untuk data sharing.

Pada Q3 2025, tax ratio sempat 8,58 persen, tapi tren membaik sejak Q4 berkat kebijakan ini.

Optimisme Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan menyatakan, "Target 12 persen bukan mimpi, tapi misi berat yang harus dicapai dengan kerja serius tanpa alasan."

Beliau pasang target ini pasca rombak pejabat DJP, dengan pesan agar pegawai Kemenkeu maksimalkan potensi pemulihan ekonomi 2026.

Proyeksi sukses bergantung konsolidasi fiskal, di mana DJP dan Bea Cukai jadi garda terdepan.
Next Post Previous Post