Cloudflare Proyeksikan Penjualan 2026 Melebihi Estimasi Berkat Dorongan AI
Cloudflare mengumumkan proyeksi penjualan tahunan 2026 dan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang meningkatkan permintaan layanan cloud. Saham perusahaan melonjak hampir 12% dalam perdagangan setelah jam pasar.
Pertumbuhan Didorong AI dan Agen Cerdas
Persaingan untuk mengintegrasikan AI di berbagai industri mendorong lonjakan permintaan cloud, karena perusahaan mengalokasikan investasi pada infrastruktur digital pendukung teknologi ini. Cloudflare diuntungkan oleh proliferasi agen AI seperti "OpenClaw" (sebelumnya Clawdbot), yang memanfaatkan teknologi perusahaan untuk mengarahkan lalu lintas secara aman ke komputer pribadi pengguna, memungkinkan pengelolaan jarak jauh tanpa risiko keamanan jaringan rumah.
CEO Matthew Prince menyatakan, "Perpindahan ke AI dan agen menandakan re-platforming fundamental internet, yang mendorong permintaan di seluruh layanan Cloudflare." Pengumuman positif ini juga meredakan kekhawatiran investor pasca-kegagalan layanan Cloudflare pada November lalu yang mengganggu akses ke platform besar seperti X dan ChatGPT.
Angka Keuangan Kuat
Untuk tahun 2026, Cloudflare memproyeksikan pendapatan antara $2,79 miliar hingga $2,80 miliar, melebihi estimasi $2,74 miliar dari LSEG. Proyeksi kuartal pertama mencapai $620 juta hingga $621 juta, di atas perkiraan $613,9 juta.
Pada kuartal Desember 2025, pendapatan naik 33,6% menjadi $614,5 juta, mengalahkan ekspektasi $591,3 juta, dengan kerugian bersih menyusut menjadi $12,1 juta dari $12,8 juta tahun sebelumnya. Meski begitu, saham Cloudflare turun lebih dari 8% sepanjang tahun ini setelah kenaikan 83% pada 2025.
Dampak bagi Pasar Teknologi
Permintaan AI menciptakan siklus positif bagi Cloudflare, di mana agen AI meningkatkan penggunaan platform seperti Cloudflare Workers, yang selanjutnya mendongkrak layanan keamanan, performa, dan jaringan. Hal ini menegaskan posisi Cloudflare sebagai pemimpin di era "Agentic Internet".

