Heineken Catat Laba Tahunan Melebihi Ekspektasi, Proyeksi Pertumbuhan 2026 Melambat

Heineken Catat Laba Tahunan Melebihi Ekspektasi, Proyeksi Pertumbuhan 2026 Melambat

Heineken mengumumkan laba tahunan 2025 yang melampaui perkiraan analis, didukung oleh penjualan premium dan efisiensi operasional meski menghadapi tekanan biaya bahan baku. Namun, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan organik yang lebih lambat pada 2026 akibat tantangan ekonomi global dan inflasi.

Kinerja Keuangan 2025 Kuat

Pendapatan operasional organik Heineken tumbuh 5,5% pada 2025, dengan laba bersih mencapai €2,3 miliar, di atas estimasi €2,1 miliar dari konsensus analis. Volume bir premium seperti Heineken Silver dan Kingfisher Ultra naik 4,2%, sementara divisi non-alkohol seperti Strongbow mendongkrak margin secara keseluruhan.

CEO Dolf van den Brink menyatakan bahwa transformasi portofolio ke segmen premium berhasil mengimbangi penurunan volume bir reguler di pasar berkembang. Beban operasi terkendali meski biaya energi dan bahan baku naik, menghasilkan margin EBIT organik sebesar 18,1%.

Proyeksi 2026 Lebih Konservatif

Untuk 2026, Heineken memasang target pertumbuhan organik pendapatan 4-6%, lebih rendah dari 7-9% tahun sebelumnya, karena ekspektasi permintaan konsumen yang moderat di Eropa dan Asia. Investasi pemasaran akan difokuskan pada pasar utama seperti Brasil dan Meksiko, dengan belanja modal tetap di €2,5 miliar.

Saham Heineken naik 3% pasca-pengumuman, mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang perusahaan. Namun, analis memperingatkan risiko dari volatilitas mata uang dan regulasi alkohol di beberapa negara.

Next Post Previous Post