Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Jelang dan Selama Ramadan 2026: Tetap Stabil, Cek per kWh

Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Jelang dan Selama Ramadan 2026: Tetap Stabil, Cek per kWh

Tarif listrik PLN untuk periode jelang dan selama Ramadan 2026, khususnya 16-22 Februari 2026, tetap stabil tanpa kenaikan sesuai ketentuan Triwulan I 2026. Pemerintah menjaga kestabilan ini untuk mendukung daya beli masyarakat di tengah peningkatan kebutuhan listrik saat berpuasa. Berikut rincian lengkap tarif per kWh untuk berbagai golongan pelanggan subsidi dan non-subsidi.

Tarif Rumah Tangga Subsidi

Pelanggan rumah tangga bersubsidi menerima tarif rendah untuk melindungi kelompok berpenghasilan rendah yang terdaftar di DTKS.

Golongan

Daya

Tarif per kWh

R-1/TR

450 VA

Rp 415

R-1/TR

900 VA

Rp 605

S-1/TR

450 VA

Rp 325

S-1/TR

900 VA

Rp 455

S-1/TR

1.300 VA

Rp 708

S-1/TR

2.200 VA

Rp 760

S-1/TR

3.500-200 kVA

Rp 900


Tarif Rumah Tangga Non-Subsidi

Golongan non-subsidi dikenai tarif lebih tinggi berdasarkan daya terpasang, tanpa perubahan untuk triwulan ini.

Golongan

Daya

Tarif per kWh

R-1/TR

900 VA

Rp 1.352

R-1/TR

1.300 VA

Rp 1.444,70

R-1/TR

2.200 VA

Rp 1.444,70

R-2/TR

3.500-5.500 VA

Rp 1.699,53

R-3/TR

>6.600 VA

Rp 1.699,53


Tarif Bisnis dan Industri

Pelanggan bisnis kecil hingga besar serta industri memiliki tarif kompetitif, dengan penurunan bertahap untuk daya tinggi.

Golongan

Daya

Tarif per kWh

B-2/TR

6.600 VA-200 kVA

Rp 1.444,70

B-3/TM

>200 kVA

Rp 1.114,74

I-3/TM

>200 kVA

Rp 1.114,74

I-4/TT

>30.000 kVA

Rp 996,74


Tarif Pemerintah dan Sosial

Fasilitas pemerintah serta pelayanan sosial mendapat tarif khusus untuk mendukung operasional publik.

Golongan

Deskripsi

Tarif per kWh

P-1/TR

6.600 VA-200 kVA

Rp 1.699,53

P-2/TM

>200 kVA

Rp 1.522,88

P-3/TR

PJU >200 kVA

Rp 1.699,53

L/TR-TT

Berbagai tegangan

Rp 1.644,52

S-2/TM

>200 kVA

Rp 925


Tarif ini berlaku nasional dan dapat dicek langsung di situs resmi PLN untuk simulasi tagihan akurat, termasuk PPJ dan biaya tetap. Konsumen disarankan hemat energi selama Ramadan untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian AC dan lampu saat berbuka.

Next Post Previous Post