Danantara: Waspada Saham Gorengan! Transparansi Kunci Investasi Aman
Latar Belakang Pernyataan
Rosan menyatakan bahwa pembentukan harga saham harus murni dari mekanisme pasar alami, tanpa campur tangan yang merusak kredibilitas BEI. Ia melihat gejolak pasar akhir-akhir ini, seperti pelemahan IHSG 6,94% ke level 8.329,60 (26-30 Januari 2026), sebagai momentum untuk reformasi integritas. Hal ini sejalan dengan kekhawatiran Danantara sebelumnya terhadap rumor spekulatif yang memanfaatkan nama mereka untuk menggoreng saham.
Respons Pemerintah
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak mentolerir saham gorengan manipulatif yang merugikan investor ritel dan citra pasar. OJK di bawah Frederica Widyasari akan intensifkan pengawasan dan penegakan hukum, termasuk transparansi beneficial ownership. Investigasi masif melibatkan aparat untuk cegah praktik spekulatif.
Dampak Pasar
Kondisi ini picu capital outflow dan penurunan kapitalisasi pasar Rp1.198 triliun dalam seminggu, dengan trading halt berulang. Investor disarankan fokus pada valuasi objektif perusahaan untuk hindari jebakan gorengan.

