Menkeu Purbaya Optimis IHSG Menguat Usai Petinggi OJK-BEI Mengundurkan Diri

Menkeu Purbaya Optimis IHSG Menguat Usai Petinggi OJK-BEI Mengundurkan Diri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinan kuat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound dan menguat signifikan pada pembukaan perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah pengunduran diri mendadak petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Pernyataan ini disampaikan di tengah gejolak pasar modal akhir Januari 2026, di mana IHSG anjlok hingga 6,94% ke level 8.329,60 akibat kekhawatiran transparansi kepemilikan saham dan praktik saham gorengan.

Konteks Pengunduran Diri

Pengunduran diri Direktur Utama BEI dan petinggi OJK terjadi secara bersamaan pada akhir pekan, memicu spekulasi soal reformasi struktural di pasar modal. 

Purbaya menilai langkah ini justru tepat waktu, karena sistem BEI sudah memiliki mekanisme otomatis untuk mengisi posisi kosong tanpa mengganggu likuiditas atau operasional harian. Ia menekankan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan menciptakan kekosongan kekuasaan, melainkan membuka ruang bagi pemimpin baru yang lebih adaptif terhadap tantangan terkini seperti tuntutan MSCI atas data beneficial ownership.

Dasar Optimisme Purbaya

Optimisme Purbaya didasari fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh, termasuk proyeksi pertumbuhan PDB mendekati 6% di 2026 yang didukung stimulus fiskal pemerintahan Presiden Trump pasca-pemilu AS. 

Ia meminta investor ritel tidak panik dan justru memanfaatkan momentum "buy the dip" untuk serok saham undervalued, karena valuasi emiten blue chip seperti bank dan konsumsi sudah terdiskon signifikan. Selain itu, Purbaya mengungkit rencana masifkan alokasi dana pensiun ke bursa, yang berpotensi tambah inflow Rp500 triliun dalam enam bulan ke depan, sebagai katalis utama penguatan IHSG menuju level 8.800-9.000.

Hubungan dengan Isu Sebelumnya

Pernyataan ini melanjutkan narasi Danantara soal saham gorengan, di mana transparansi menjadi kunci utama. 

Pemerintah, melalui Menko Perekonomian Airlangga dan OJK, telah luncurkan investigasi masif yang kini dipercepat pasca-pengunduran diri, termasuk audit free float dan penegakan hukum terhadap pelaku manipulasi. Purbaya yakin langkah ini akan pulihkan kepercayaan asing sebelum review MSCI Mei 2026, hindari capital outflow lebih lanjut yang sudah capai US$50 miliar.

Proyeksi dan Saran Investor

Purbaya memprediksi IHSG keluar zona merah pada 2 Februari dengan kenaikan minimal 2-3%, didukung volume transaksi rebound dan sentimen positif stimulus. 

Investor disarankan fokus saham fundamental kuat seperti BBRI, TLKM, dan ASII, sambil pantau regulasi baru OJK soal penguatan pengawasan algoritmik. Secara keseluruhan, gejolak ini dilihat sebagai shock sesaat yang justru jadi peluang jangka panjang bagi pasar modal RI.

Next Post Previous Post