Efek Kebijakan Presiden Trump: Saham Emiten Sawit Naik Tajam, CPO Bebas Tarif
Latar Belakang Kesepakatan
Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, sambil mengecualikan komoditas unggulan seperti CPO, kopi, dan kakao. Kesepakatan ini dijadwalkan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Trump, membuka peluang ekspor CPO langsung ke AS tanpa hambatan tarif.
Indonesia selama ini mengekspor sekitar 6 juta ton CPO ke AS setiap tahun, meski sering melalui jalur reekspor. Kebijakan ini berpotensi mengubah peta perdagangan global sawit dan menekan dominasi Eropa.
Lonjakan Harga Saham Emiten Sawit
| (Foto Saham Gozco Plantations dari Google Finansial) |
|
Emiten |
Kode Saham |
Kenaikan (%) |
Harga Terakhir (Rp) |
|
Eagle High Plantations |
BWPT |
11,36 |
147 |
|
Gozco Plantations |
GZCO |
8,49 |
230 |
|
Tunas Baru Lampung |
TBLP |
1,75 |
580 |
|
Triputra Agro Persada |
TAPG |
1,73 |
1.470 |
|
Astra Agro Lestari |
AALI |
1,00 |
7.600 |
|
Cisadane Sawit Raya |
CSRA |
0,00 |
1.000 |
Penguatan ini sejalan dengan prediksi pengamat pasar modal Reydi Octa, yang menyebut pengecualian tarif menjaga daya saing CPO dan menekan risiko penurunan volume ekspor.
Dampak Ekonomi dan Prospek
Pengecualian tarif 0% membuka ekspor CPO skala besar ke AS, menguntungkan industri sawit domestik dengan kepastian akses pasar. Senior Market Analyst Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, menilai ini konstruktif secara psikologis bagi saham sawit.
Secara jangka panjang, kebijakan ini mendorong peningkatan kualitas produk dan volume ekspor CPO Indonesia. Investor kini fokus pada realisasi tanda tangan kesepakatan untuk katalis lanjutan.

