Efek Kebijakan Presiden Trump: Saham Emiten Sawit Naik Tajam, CPO Bebas Tarif

Efek Kebijakan Presiden Trump: Saham Emiten Sawit Naik Tajam, CPO Bebas Tarif
Kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Donald Trump memberikan pengecualian bea masuk 0% untuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia melalui Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Hal ini memicu euforia di pasar saham, dengan emiten sawit mencatat kenaikan harga signifikan pada 18 Februari 2026.

Latar Belakang Kesepakatan

Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, sambil mengecualikan komoditas unggulan seperti CPO, kopi, dan kakao. Kesepakatan ini dijadwalkan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Trump, membuka peluang ekspor CPO langsung ke AS tanpa hambatan tarif.

Indonesia selama ini mengekspor sekitar 6 juta ton CPO ke AS setiap tahun, meski sering melalui jalur reekspor. Kebijakan ini berpotensi mengubah peta perdagangan global sawit dan menekan dominasi Eropa.

Lonjakan Harga Saham Emiten Sawit

Efek Kebijakan Presiden Trump: Saham Emiten Sawit Naik Tajam, CPO Bebas Tarif
(Foto Saham Gozco Plantations dari Google Finansial)
Pada sesi siang 18 Februari 2026, saham emiten sawit menguat tajam sebagai respons sentimen positif.

Emiten

Kode Saham

Kenaikan (%)

Harga Terakhir (Rp)

Eagle High Plantations

BWPT

11,36

147

Gozco Plantations

GZCO

8,49

230

Tunas Baru Lampung

TBLP

1,75

580

Triputra Agro Persada

TAPG

1,73

1.470

Astra Agro Lestari

AALI

1,00

7.600

Cisadane Sawit Raya

CSRA

0,00

1.000


Penguatan ini sejalan dengan prediksi pengamat pasar modal Reydi Octa, yang menyebut pengecualian tarif menjaga daya saing CPO dan menekan risiko penurunan volume ekspor.

Dampak Ekonomi dan Prospek

Pengecualian tarif 0% membuka ekspor CPO skala besar ke AS, menguntungkan industri sawit domestik dengan kepastian akses pasar. Senior Market Analyst Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, menilai ini konstruktif secara psikologis bagi saham sawit.

Secara jangka panjang, kebijakan ini mendorong peningkatan kualitas produk dan volume ekspor CPO Indonesia. Investor kini fokus pada realisasi tanda tangan kesepakatan untuk katalis lanjutan.

Next Post Previous Post