Saham INET Diborong Investor Asing: Target Harga Siap Tembus Rekor Tertinggi
Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang menjadi sorotan pasar saham Indonesia berkat aksi beli masif dari investor asing. Lonjakan harga hingga Rp422 per saham mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan di sektor infrastruktur digital.
Lonjakan Harga dan Aktivitas Investor Asing
| (Foto Saham INET dari Google Finansial) |
Tren ini berlanjut dari akhir pekan sebelumnya, di mana asing menyuntikkan dana Rp11,95 miliar. Secara year-to-date, performa INET bahkan pernah tembus 1.200% pada akhir 2025, didukung update rights issue.
Rekomendasi Analis dan Target Harga
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI dengan target harga Rp630, menyiratkan potensi upside signifikan dari level Rp422 saat ini. Target ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar Rp590 pasca-rights issue pada Januari 2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menyoroti valuasi EV/EBITDA 2026 di 15,1 kali, diproyeksi turun ke 9,4 kali pada 2027 seiring kontribusi segmen ritel FTTH.
Penggerak Fundamental: Ekspansi Infrastruktur
INET sedang ekspansi agresif dengan proyek kabel laut Jakarta-Batam-Singapura berkapasitas 20 Tbps, di mana 10 Tbps sudah dipesan oleh mitra seperti Surge (WIFI). Pendapatan berulang diantisipasi mulai April 2026.
Ekspansi FTTH di Bali-Lombok targetkan 2 juta home passes, ditambah dominasi backbone di Kalimantan Barat via akuisisi THC dan PADA. Kontrak dengan WIFI bernilai Rp540 miliar hingga 2028.
Pendanaan dan Proyeksi Keuangan
Perusahaan menggalang dana Rp3,2 triliun via rights issue dan Rp1 triliun obligasi untuk mendukung ekspansi. Take-up rate FTTH diproyeksi 60-70% di wilayah target, dorong laba bersih eksponensial mulai 2027.

