Saham INET Diborong Investor Asing: Target Harga Siap Tembus Rekor Tertinggi

Saham INET Diborong Investor Asing: Target Harga Siap Tembus Rekor Tertinggi

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang menjadi sorotan pasar saham Indonesia berkat aksi beli masif dari investor asing. Lonjakan harga hingga Rp422 per saham mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan di sektor infrastruktur digital.

Lonjakan Harga dan Aktivitas Investor Asing

Saham INET Diborong Investor Asing: Target Harga Siap Tembus Rekor Tertinggi
(Foto Saham INET dari Google Finansial)
Harga saham INET naik 10% pada 18 Februari 2026, mencapai Rp422 dengan volume transaksi 939,6 juta lembar senilai Rp392,6 miliar. Investor asing mencatatkan net buy 112,8 juta saham, menempatkan INET di posisi kedua saham paling diburu asing.

Tren ini berlanjut dari akhir pekan sebelumnya, di mana asing menyuntikkan dana Rp11,95 miliar. Secara year-to-date, performa INET bahkan pernah tembus 1.200% pada akhir 2025, didukung update rights issue.

Rekomendasi Analis dan Target Harga

Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI dengan target harga Rp630, menyiratkan potensi upside signifikan dari level Rp422 saat ini. Target ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar Rp590 pasca-rights issue pada Januari 2026.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menyoroti valuasi EV/EBITDA 2026 di 15,1 kali, diproyeksi turun ke 9,4 kali pada 2027 seiring kontribusi segmen ritel FTTH.

Penggerak Fundamental: Ekspansi Infrastruktur

INET sedang ekspansi agresif dengan proyek kabel laut Jakarta-Batam-Singapura berkapasitas 20 Tbps, di mana 10 Tbps sudah dipesan oleh mitra seperti Surge (WIFI). Pendapatan berulang diantisipasi mulai April 2026.

Ekspansi FTTH di Bali-Lombok targetkan 2 juta home passes, ditambah dominasi backbone di Kalimantan Barat via akuisisi THC dan PADA. Kontrak dengan WIFI bernilai Rp540 miliar hingga 2028.

Pendanaan dan Proyeksi Keuangan

Perusahaan menggalang dana Rp3,2 triliun via rights issue dan Rp1 triliun obligasi untuk mendukung ekspansi. Take-up rate FTTH diproyeksi 60-70% di wilayah target, dorong laba bersih eksponensial mulai 2027.


Next Post Previous Post