ENRG 2026: Profil Energi Mega Persada dan Prospek Saham Mengkilap di Tengah Kenaikan Produksi Migas
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), bagian dari Grup Bakrie, merupakan pemain utama di sektor hulu migas Indonesia dengan fokus eksplorasi, produksi, dan pengembangan minyak serta gas bumi. Perusahaan ini mengelola 13 aset migas dengan cadangan terbukti mencapai 434 juta barel setara minyak dan umur produksi rata-rata 26 tahun. Pada 2026, ENRG menyiapkan capex hingga Rp3,33 triliun untuk mendongkrak produksi secara signifikan.
Profil Perusahaan
ENRG didirikan pada 2001 dan melantai di BEI pada 2004 melalui IPO dengan kode ENRG. Bidang usaha mencakup perdagangan, pertambangan, jasa, dan manajemen migas di blok-blok strategis seperti Bentu, Sengkang, Malacca Strait, Kangean, serta Siak dan Kampar yang baru diakuisisi. Visi ENRG menjadi produsen migas terkemuka di Asia dengan penekanan pada keselamatan kerja, lingkungan, dan tata kelola baik, didukung misi pengembangan SDM, pertumbuhan organik-anorganik, serta optimalisasi aset existing.
Perusahaan memasok gas bumi utama untuk Jawa Timur dan Sumatera, mendukung industri dan PLN. Strategi utama meliputi akuisisi aset berproduksi (seperti Sengkang, Siak, Kampar pada 2024) dan eksplorasi organik, dengan reserve replacement ratio 2,1x dalam 5 tahun terakhir.
Kinerja Terbaru
Sepanjang Januari-September 2025, pendapatan ENRG naik 13% yoy menjadi US$361 juta, didorong kontribusi aset minyak seperti Bentu, Sengkang, Siak, dan Kampar. Laba bersih tumbuh 9% yoy ke US$56 juta, EBITDA melonjak 26% yoy ke US$217 juta meski harga minyak turun 14% yoy. Produksi minyak gross naik 23% QoQ pada Q1-2025 menjadi 8.479 barel/hari, gas naik 18% menjadi 226 MMscfd; proporsi produksi 82% gas dan 18% minyak.
Penjualan bersih Q1-2025 US$117 juta (naik 20% yoy), dengan target produksi keseluruhan naik 10-15% sepanjang 2025 via capex US$150-170 juta.
Rencana Produksi 2026
ENRG targetkan produksi gas naik ke 86-90 MMscfd pada 2026 dari 78 MMscfd saat ini, melalui ekspansi fasilitas di Bentu seperti Pabrik Kondensat North Segat, Central East Napuh (CEN), serta pengeboran berkelanjutan. Capex 2026 Rp3,33 triliun (US$200 juta) untuk 30 sumur eksplorasi, 130 pengembangan, dan maintenance 106 sumur, plus akuisisi blok baru.
Temuan gas signifikan di Walanga Timur (EWL-1, PSC Sengkang) dengan AOF 120 MMscfd berpotensi tambah cadangan 0,2-0,5 TCF; alokasi US$30 juta untuk pengembangan 2026-2027. Produksi saat ini ~50.000 BOEPD ditarget gandakan secara organik ke 100.000 BOEPD pada 2030.
Prospek Saham
| (Foto Saham ENRG dari Google Finansial) |
Investor disarankan pantau harga komoditas migas global dan kemajuan POD dengan SKK Migas, yang bisa picu re-rating saham di tengah prospek dua kali lipat produksi hingga 2030.

