Kerja Sama NVIDIA dengan OpenAI Senilai $100 Miliar Terancam Batal

Kerja Sama NVIDIA dengan OpenAI Senilai $100 Miliar Terancam Batal

Kerja sama strategis NVIDIA dengan OpenAI senilai hingga $100 miliar untuk infrastruktur AI memang sempat dirumorkan terancam batal akibat keraguan internal di NVIDIA. Namun, CEO Jensen Huang membantah keras laporan tersebut sebagai "omong kosong" dan menegaskan komitmen investasi tetap berjalan.

Latar Belakang Kerja Sama

Pada September 2025, NVIDIA dan OpenAI mengumumkan letter of intent untuk kerjasama besar-besaran: NVIDIA akan sediakan minimal 10 gigawatt sistem komputasi (jutaan GPU) untuk pusat data AI OpenAI, dengan investasi progresif hingga $100 miliar seiring deployment.

Fase pertama ditargetkan online di paruh kedua 2026 menggunakan platform NVIDIA Vera Rubin, mendukung pelatihan model superintelijen OpenAI.

Kerjasama ini melengkapi mitra lain seperti Microsoft, Oracle, dan SoftBank, fokus pada co-optimasi hardware NVIDIA dengan software OpenAI.

Isu yang Muncul

Laporan Wall Street Journal 30 Januari 2026 menyebut deal terhambat karena kekhawatiran di kalangan eksekutif NVIDIA soal skala transaksi, disiplin bisnis OpenAI, dan potensi "circular financing" di mana NVIDIA investasi ke mitra yang beli chipnya.

OpenAI disebut punya komitmen $1,4 triliun dari mitra lain, tapi NVIDIA ragu atas kemampuan pendanaan jangka panjang.

Ini memicu spekulasi bahwa deal bisa jadi "domino pertama" kegagalan megadeal AI di tengah persiapan OpenAI IPO akhir 2026.

Penegasan dari NVIDIA

Jensen Huang langsung respons di konferensi pers: "Itu omong kosong total. Kami akan lakukan investasi besar di OpenAI," dan konfirmasi partisipasi di funding round OpenAI yang dipimpin Microsoft, potensial jadi investasi terbesar NVIDIA.

NVIDIA tekankan kerjasama ini krusial untuk dorong batas AI, sejalan dengan sejarah kolaborasi sejak DGX supercomputer hingga ChatGPT.

Hingga Februari 2026, tidak ada konfirmasi resmi pembatalan; deal tampak on track meski detail akhir masih dinegosiasikan.

Dampak Potensial

Jika batal, bisa ganggu rencana OpenAI capai AGI (Artificial General Intelligence) dan saham NVIDIA (NVDA) yang bergantung pada permintaan GPU AI.

Sebaliknya, kelanjutan deal perkuat dominasi NVIDIA di pasar AI, dengan OpenAI sebagai pengguna utama (700 juta user mingguan).

Kasus ini soroti tantangan finansial megadeal AI: skala gigawatt-level butuh koordinasi power, data center, dan regulasi global. 

Next Post Previous Post