Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil 850 Ribu Unit pada 2026

Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil 850 Ribu Unit pada 2026

Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) telah menetapkan target ambisius untuk penjualan mobil nasional sepanjang 2026, yakni mencapai 850 ribu unit secara keseluruhan. Target ini disepakati dalam rapat internal para anggota Gaikindo dan diumumkan oleh Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, sebagai respons terhadap pemulihan pasar otomotif pasca-penurunan di tahun sebelumnya.

Konteks Penetapan Target

Penjualan wholesales mobil di Indonesia pada 2025 tercatat 803.687 unit, turun 7,2% dari 865.723 unit di 2024 akibat faktor seperti pelemahan daya beli dan ketidakpastian ekonomi. 

Target 850 ribu unit untuk 2026 mewakili pertumbuhan sekitar 5,4%, yang dianggap realistis mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6% serta stabilisasi inflasi. Gaikindo optimistis karena tren positif di akhir 2025, di mana penjualan harian mulai pulih setelah libur akhir tahun.

Faktor Pendorong Utama

Beberapa elemen kunci diharapkan mendukung pencapaian target ini:

Libur Lebaran Idul Fitri: Periode panjang libur nasional pada 2026 diprediksi meningkatkan minat beli kendaraan untuk mudik, meskipun berpotensi mengurangi hari produksi pabrik.

Pameran dan Peluncuran Baru: Event seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 akan menjadi momentum bagi dealer untuk serap stok dan luncurkan model-model terbaru, terutama kendaraan listrik dan hybrid yang sedang tren.

Kebijakan Pemerintah: Diskusi intensif dengan pemerintah soal insentif pajak, diskon PPN untuk mobil tertentu, dan program pembiayaan murah diharapkan tingkatkan aksesibilitas bagi konsumen menengah ke bawah.

Permintaan Segmen SUV dan LCGC: Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) dan Low Cost Green Car (LCGC) tetap dominan, didukung infrastruktur charging EV yang mulai berkembang di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.

Tantangan Potensial

Meski optimistis, Gaikindo mengakui risiko seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi harga suku cadang impor, serta persaingan ketat dari merek China yang menawarkan harga kompetitif. 

Selain itu, transisi ke mobil listrik memerlukan dukungan rantai pasok domestik yang lebih matang untuk hindari ketergantungan impor baterai. Target ini bersifat fleksibel dan dapat direvisi pada pertengahan tahun jika data penjualan kuartal I-III menunjukkan deviasi signifikan.

Dampak bagi Industri dan Konsumen

Pencapaian target ini bisa ciptakan efek multiplier bagi ekonomi, termasuk lapangan kerja di sektor manufaktur otomotif yang mempekerjakan ratusan ribu orang, serta dorong investasi pabrik baru dari prinsipal global.

Bagi konsumen di Indonesia, khususnya di wilayah seperti Medan dan Sumatra Utara, ini berarti lebih banyak pilihan mobil dengan promo akhir tahun atau bundling kredit rendah dari lembaga seperti BCA Finance atau Adira. Secara keseluruhan, target Gaikindo mencerminkan kepercayaan industri terhadap pemulihan pasca-pandemi dan momentum kebijakan pro-otomotif di era pemerintahan baru.

 

Next Post Previous Post