Profil Elnusa (ELSA): Anak Emas Pertamina & Prospek Saham 2026 yang Cerah
PT Elnusa Tbk (ELSA) adalah anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream Pertamina, yang fokus pada jasa energi terintegrasi di sektor hulu migas, distribusi logistik energi, dan penunjang migas.
Sebagai "anak emas" Pertamina, ELSA menikmati sinergi kuat dengan grup induk, di mana pendapatan dari entitas Pertamina mencapai 83% baru-baru ini. Perusahaan telah beroperasi lebih dari 56 tahun dengan rekam jejak inovasi di industri energi Indonesia.
Profil Perusahaan
ELSA bergerak di tiga segmen utama: jasa hulu migas terintegrasi (geosains, pengeboran), distribusi & logistik energi (penjualan BBM), serta jasa penunjang migas (EPC, fabrikasi). Anak usahanya mencakup PT Elnusa Petrofin, PT Sigma Cipta Utama, dan lainnya, mendukung operasi menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pada 2021, saham mayoritas dialihkan dari Pertamina langsung ke PHE untuk optimalisasi sinergi upstream.
Kinerja Keuangan Terkini
Pada Q3/2025, ELSA catat pendapatan Rp10,47 triliun (naik 8,55% YoY) tapi laba bersih Rp526,56 miliar (turun 4,48% YoY) akibat beban operasional naik.
Proyeksi 2025: pendapatan Rp13,9 triliun dan laba bersih Rp763 miliar, lebih tinggi dari 2024 (Rp13,39T pendapatan, Rp714M laba). Harga saham terbaru sekitar Rp620 (awal 2026), dengan market cap Rp3,76T dan PE ratio 6,19x—terjangkau dibanding sektor energi.
Prospek Saham 2026
| (Foto Saham ELSA dari Google Finansial) |
Target harga 1 tahun sekitar Rp550-620, dengan upside potensial 10,9% dari valuasi saat ini; sinergi Pertamina dan diversifikasi jadi kunci. Faktor pendukung: optimalisasi sumur migas tua dan eksplorasi baru, meski tantangan biaya operasional perlu dijaga.

