IHSG Berbalik Arah, Melemah ke Level 8.267 pada Jumat Siang, 20 Februari 2026
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Pergerakan Harian
IHSG dibuka menguat ke 8.300,22, naik dari penutupan sebelumnya di 8.274,08, tapi kemudian tertekan hingga level terendah 8.236. Pada pukul 09.30 WIB, indeks berada di 8.269,56, dan terus melemah di sesi siang ke 8.267 akibat dominasi saham turun. Sebanyak 340 saham melemah, 209 menguat, dan 169 stagnan, dengan volume perdagangan mencapai 9,8 miliar saham dan nilai Rp5,3 triliun.
Penyebab Pelemahan
Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan di sektor keuangan, teknologi, dan infrastruktur yang turun hingga 1,16%. Faktor eksternal seperti pelemahan bursa Asia (Nikkei turun 1,29%, Hang Seng 0,5%) dan aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya berkontribusi. Selain itu, kekhawatiran geopolitik global dan pelemahan rupiah di level Rp16.880 per dolar AS menambah sentimen negatif.
Top Gainers dan Losers
Berikut performa saham utama di LQ45 pada sesi tersebut:
|
Saham |
Perubahan |
Harga Akhir (Rp) |
|
SMGR |
+6,64% |
3.050 |
|
EXCL |
+5,24% |
3.010 |
|
AMRT |
+1,84% |
1.935 |
|
JPFA |
-4,44% |
2.370 |
|
MBMA |
-4,42% |
865 |
|
INKP |
-3,16% |
9.975 |
Prediksi Penutupan
Analis memprediksi IHSG bergerak sideways di rentang 8.200-8.350 pada sesi II, dengan support 8.275 dan resistance 8.325. Momentum penguatan terbatas karena indikator MACD datar dan Stochastic overbought, meski BI tahan suku bunga 4,75% beri sentimen stabil. Investor disarankan pantau saham seperti ANTM, MINA, dan NICE untuk peluang rebound.

