IHSG Dibuka Melemah di Rp7.984, Jumat 6 Februari 2026: Faktor Penyebab dan Prospek Hari Ini

IHSG Dibuka Melemah di Rp7.984, Jumat 6 Februari 2026: Faktor Penyebab dan Prospek Hari Ini
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG dibuka melemah di level sekitar 7.984 pada Jumat, 6 Februari 2026, mencerminkan tekanan pasar yang berkelanjutan. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif global dan domestik.

Faktor Penyebab

Penurunan IHSG hari ini utamanya dipengaruhi oleh koreksi di Wall Street serta bursa Asia Pasifik yang mayoritas memerah. Selain itu, laporan Moody's mempertahankan peringkat utang Indonesia di Baa2 namun menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif, memicu aksi jual investor. Pengaruh sentimen MSCI terkait free float dan transparansi kepemilikan saham juga masih membayangi dari minggu sebelumnya.

Performa Pasar

IHSG dibuka turun 158,83 poin atau sekitar 1-2% awal sesi, sempat menyentuh level terendah 7.888 dan tertinggi 8.000. Seluruh 11 sektor saham merah, dengan konsumer siklikal turun terdalam 2,98%, diikuti basic materials 2,33% dan energi 1,65%. Volume transaksi mencapai Rp3,5 triliun dengan 520 saham melemah versus 91 menguat.

Saham Unggulan dan Losers

Top gainers dipimpin FITT naik 21,05%; sementara losers seperti PIPA (-14,94%), FILM (-14,80%), dan PADI (-14%). Saham aktif bernilai tinggi: BBCA (Rp393 miliar, -0,64%), BMRI (Rp355 miliar), BUMI (Rp322 miliar).

Prospek Hari Ini

Analis memprediksi IHSG bertahan di support 7.900-8.030, dengan resistance 8.150-8.200; potensi stabilisasi jelang akhir pekan. Investor disarankan wait and see menanti data inflasi AS dan respons kebijakan domestik.

 

Next Post Previous Post