10 Saham Bank Paling Diburu Investor Saat Pasar Ambruk, Aman di Tengah Badai Ketidakpastian
Pasar saham Indonesia mengalami gejolak di awal 2026, dengan IHSG ambruk akibat tekanan likuiditas dan net sell asing, namun saham bank besar justru menarik minat investor defensif. Di tengah badai ketidakpastian ini, saham perbankan seperti BBCA dan BMRI diprediksi pulih berkat suku bunga rendah dan stimulus pemerintah.
Alasan Saham Bank Tetap Aman
Saham bank besar menawarkan stabilitas neraca dan pertumbuhan kredit yang pulih, meski pasar turun tajam. RHB Sekuritas memproyeksikan laba perbankan naik 12% di 2026, didorong penurunan biaya dana. Investor asing mulai serok saham jumbo setelah pelemahan 2025, menjadikannya pilihan aman saat volatilitas tinggi.
Daftar 10 Saham Bank Terfavorit
Berikut 10 saham bank yang paling diburu investor saat pasar ambruk, berdasarkan rekomendasi analis dan aktivitas transaksi terkini:
|
No |
Kode Saham |
Emiten |
Target Harga (Rp) |
Alasan Utama Diburu |
|
1 |
BBCA |
Bank Central Asia |
10.650 |
Jangkar kualitas, defensif stabil |
|
2 |
BBRI |
Bank Rakyat Indonesia |
4.900 |
Fokus UMKM, pertumbuhan kredit solid |
|
3 |
BMRI |
Bank Mandiri |
5.600 |
Valuasi rasional, untung dari suku bunga |
|
4 |
BBNI |
Bank Negara Indonesia |
4.850-4.990 |
Pemulihan bulanan, DPK kuat |
|
5 |
BRIS |
Bank Syariah Indonesia |
3.350 |
Pertumbuhan likuiditas tinggi |
|
6 |
BBTN |
Bank Tabungan Negara |
1.430 |
Potensi re-rating turnaround |
|
7 |
BNGA |
CIMB Niaga |
- |
Likuiditas membaik meski koreksi |
|
8 |
BBYB |
Bank Neo Commerce |
- |
Digital bank profitabel, volatilitas terkendali |
|
9 |
BJBR |
Bank BJB |
- |
Bank menengah dengan re-rating potensial |
|
10 |
ARTO |
Bank Jago |
- |
Perbaikan kinerja digital |
Prospek di Tengah Ketidakpastian
Bank besar seperti BBCA tetap jadi pilihan utama karena margin bunga bersih stabil dan dukungan pemerintah. Meski awal 2026 saham bank turun (BBCA -0,62%, BBRI -0,55%), analis yakin rebound didorong stimulus. Investor ritel dan asing borong saat IHSG jeblok, fokus pada fundamental kuat.
Strategi Investasi
Pilih saham dengan overweight rekomendasi seperti BBCA dan BBRI untuk portofolio defensif. Pantau penurunan suku bunga dan DPK yang tumbuh 12% yoy. Risiko utama adalah penarikan SAL pemerintah, tapi dampaknya terkelola. Mulai akumulasi saat valuasi murah untuk cuan jangka menengah.

