Indika Energy (INDY): Sejarah, Kinerja & Target Rp3.600 di 2026

Indika Energy (INDY): Sejarah, Kinerja & Target Rp3.600 di 2026
PT Indika Energy Tbk (INDY) adalah emiten energi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada sektor pertambangan batubara melalui anak usaha seperti Kideco Jaya Agung, serta diversifikasi ke energi terbarukan, logistik, dan mineral seperti emas. Perusahaan ini terafiliasi dengan konglomerat Arsjad Rasjid dan memiliki total saham terdaftar sekitar 5,2 miliar lembar, dengan struktur kepemilikan publik sekitar 18%.

Kinerja Keuangan Terkini

Indika Energy (INDY): Sejarah, Kinerja & Target Rp3.600 di 2026
(Foto Saham INDY dari Google Finansial)
Pendapatan INDY pada 9M2025 mencapai US$1,44 miliar, turun 19,1% YoY akibat tekanan harga batubara global, meski laba kotor tetap terjaga di US$193,7 juta dengan margin 13,4%. Valuasi saham saat ini menunjukkan PER tinggi di 1.653x dan PBV 0,87x, menandakan kurang atraktif untuk investor fundamental jangka pendek, tapi menarik secara spekulatif. Saham INDY naik 47,77% YTD per Januari 2026, didukung efisiensi operasional dan akumulasi broker.

Prospek 2026

INDY diuntungkan oleh keringanan royalti batubara (dari 28% ke 19% untuk harga di atas US$120/ton), kontrak jangka panjang Kideco hingga 2027 senilai Rp1,2 triliun, dan ekspansi tambang emas yang mulai produksi tahun ini setelah investasi US$239 juta. 

Diversifikasi non-batubara seperti energi baru terbarukan dan emas memperkuat ketahanan bisnis, dengan target harga analis Rp3.000–Rp3.750. Analis merekomendasikan beli dengan potensi kenaikan 33–38% dari level teknikal inverse head and shoulders.

Risiko dan Rekomendasi

Prospek mixed karena ketergantungan batubara, tapi valuasi murah (PER 9–10x forward, dividend yield 7,2%) dan DER sehat 0,22x mendukung upside. Investor spekulatif bisa incar target Rp2.100–Rp3.600, sementara fundamentalis tunggu realisasi diversifikasi.

Next Post Previous Post