Indonesia Tingkatkan Ekspor dan Penetrasi QRIS ke Negara-negara APEC
Indonesia sedang menggenjot upaya peningkatan ekspor dan penetrasi sistem pembayaran digital QRIS ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Latar Belakang Strategi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan target ini dalam Opening Ceremony Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta pada awal Februari 2026. Saat ini, sekitar 70% ekspor Indonesia mengalir ke 21 negara APEC, menjadikannya pasar strategis utama. Strategi ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat melalui diversifikasi produk seperti nikel, kelapa sawit, tekstil, dan udang.
Fokus Peningkatan Ekspor
Pemerintah memprioritaskan sektor ekspor ke APEC untuk mendukung stabilitas ekonomi. Airlangga menekankan perlunya kolaborasi regional agar APEC berjalan optimal, mengingat kontribusi signifikan dari pasar ini terhadap perekonomian RI. Contoh produk unggulan meliputi komoditas agrikultur dan industri yang sudah mapan.
Perluasan Penetrasi QRIS
Selain ekspor, QRIS didorong masuk lebih dalam ke ekonomi APEC setelah sukses di Korea Selatan, Jepang, Timur Tengah, dan ASEAN. Integrasi pembayaran digital ini memudahkan transaksi lintas negara, meningkatkan konektivitas ekonomi, dan efisiensi perdagangan. Komitmen ini menjadi prioritas untuk ekspansi ke anggota APEC lainnya.
Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Inisiatif gabungan ekspor dan QRIS diharapkan mempercepat integrasi ekonomi digital kawasan serta mendorong kemajuan RI di tengah dinamika global. Langkah ini selaras dengan posisi strategis Indonesia dalam dialog APEC 2026.

