Industri Otomotif Ungkap Strategi Rahasia Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Industri Otomotif Ungkap Strategi Rahasia Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Industri otomotif Indonesia sedang gencar mengungkap strategi untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik (EV), terutama menjelang 2026 sebagai tahun transisi. 

Roadmap Pemerintah

Pemerintah membagi pengembangan EV menjadi tiga tahap: 2023-2026 untuk pengenalan teknologi dan investasi awal, 2026-2029 untuk penguatan ekosistem dengan TKDN minimal 60%, serta pasca-2030 menargetkan TKDN 80%. Tahun 2026 jadi momen krusial karena impor CBU berakhir, memaksa produksi lokal seperti pabrik VinFast dan BYD di Subang.

Strategi Industri Utama

Insentif Baru: Kemenperin sedang godok skema fiskal 2026 untuk EV dan hybrid, prioritas baterai nikel serta LCGC/LCEV dengan PPnBM 3% hingga 2031, guna dongkrak penjualan hingga 850.000 unit.
Produksi Lokal: Produsen seperti BYD, VinFast, dan MG tingkatkan TKDN 40%+, baterai lokal di Karawang mulai operasi, potong biaya hingga 20% demi harga kompetitif.

Infrastruktur: Fokus charging station dan rantai pasok baterai, meski tantangan seperti penghentian insentif impor diatasi via komitmen 1:1 produksi.

Tantangan & Prospek

Penjualan EV 2025 laris (BYD Atto 1 dominan), tapi 2026 diproyeksi lebih bergairah jika kolaborasi pemerintah-industri kuat, target 2 juta unit 2030 realistis. Pakar khawatir tanpa stimulus, pasar bisa lesu di bawah 800.000 unit total mobil.
 

Next Post Previous Post