Isuzu Respons Kisruh Mobil Impor Kopdes, Klaim Dapat Order 900 Unit
Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) merespons kontroversi pengadaan mobil impor untuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dengan mengklarifikasi pesanan dari Agrinas Pangan Nusantara. Mereka mengklaim menerima order 900 unit kendaraan niaga ringan, khususnya model NMR 58 dan NMR 65 (light truck), bukan pikap, yang akan dipasok secara bertahap.
Latar Belakang Kisruh
Kontroversi muncul karena rencana impor 105.000 unit pikap dari India senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Kopdes, yang dikritik Kadin karena berpotensi merugikan industri otomotif lokal. Agrinas membantah hanya bergantung impor India dan konfirmasi deal dengan Isuzu via dealer resmi, tapi terbatas 900 unit akibat kesepakatan terlambat serta keterbatasan karoseri lokal yang sudah penuh.
Klarifikasi Isuzu
Vice President Direktur IAMI, Anton Rusli, menegaskan order tersebut untuk light truck 4x4 sesuai spesifikasi Agrinas, setelah penawaran Traga dan D-Max ditolak karena tak cocok. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut 900 unit sebagai batas kemampuan Isuzu saat itu. Isuzu menekankan prioritas manufaktur domestik untuk penguatan ekonomi lokal.
Dampak dan Respons Lain
Deal ini bagian dari kebutuhan Kopdes untuk truk, pikap, dan motor roda tiga, dengan Agrinas tetap lanjut impor India untuk sisanya demi efisiensi. Isuzu ELF NMR dipilih untuk logistik dan distribusi.

