Jasindo Perkuat Perlindungan Aset Negara dari Risiko Bencana

Jasindo Perkuat Perlindungan Aset Negara dari Risiko Bencana

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) terus memperkuat respons cepat terhadap aset negara yang terdampak bencana alam, terutama banjir di Sumatera. Hingga Februari 2026, Jasindo mencatat klaim pertanggungan mencapai Rp6,48 triliun dari 703 objek terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Peran Jasindo sebagai Ketua Konsorsium ABMN

Jasindo memimpin 56 perusahaan asuransi dan reasuransi untuk melindungi Barang Milik Negara (BMN) dari risiko kerusakan, kehilangan, atau kehancuran, termasuk bangunan, mesin, dan fasilitas pendukung. Direktur Utama Andy Samuel menekankan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan untuk validasi klaim cepat, memastikan kelancaran pelayanan publik dan ketahanan fiskal. Landasan hukumnya adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 Tahun 2025 yang memperbarui skema pengasuransian BMN.

Respons Terhadap Banjir Sumatera

Jasindo telah menerima 24 laporan klaim awal dari Kementerian Keuangan dan Mahkamah Agung dengan nilai pertanggungan Rp294 miliar akibat banjir Sumatera. Sampai Januari 2026, total klaim dibayarkan mencapai Rp108 miliar, mayoritas dipicu bencana alam, menunjukkan komitmen respons tertib dan akurat. Strategi ini mencakup mekanisme penanganan bencana untuk aset seperti gedung kantor, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.

Skema Pooling Fund Bencana

Jasindo mendukung skema Pooling Fund Bencana (PFB) melalui kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, termasuk peluncuran Asuransi BMN Preferen pada akhir 2025. Skema ini menambah cakupan asuransi hingga Rp91 triliun pada 2025, dengan pembiayaan di luar anggaran rutin via Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), memungkinkan pemulihan aset lebih cepat. Hingga 2026, program ini diperluas untuk mitigasi risiko nasional yang terukur dan transparan.

Dampak dan Komitmen Jangka Panjang

Perlindungan Jasindo tidak hanya untuk bencana alam, tapi juga kebakaran, kerusuhan, dan risiko buatan manusia, mengurangi beban APBN untuk perbaikan BMN. Dengan nilai BMN diasuransikan mencapai Rp61 triliun sebelum piloting PFB, inisiatif ini menjaga stabilitas keuangan negara dan kesinambungan layanan publik. Jasindo berkomitmen mengawal transformasi tata kelola risiko melalui sinergi lintas instansi.

Next Post Previous Post