Moody's Pangkas Outlook Indonesia dari Stable jadi Negatif
Alasan Penurunan
Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya prediktabilitas dan koherensi dalam perumusan kebijakan pemerintah selama setahun terakhir, disertai komunikasi kebijakan yang kurang efektif. Hal ini berisiko mengikis kredibilitas kebijakan yang telah terbangun lama, meningkatkan volatilitas di pasar saham dan valuta asing, serta menurunkan skor tata kelola seperti efektivitas pemerintah dan kualitas regulasi.
Dampak Ekonomi
Outlook negatif dapat menandakan potensi pelemahan kekuatan institusional, mengurangi daya tarik investasi, dan menaikkan biaya pinjaman jika tren ini berlanjut. Namun, rating Baa2 tetap mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia berkat kekayaan sumber daya alam, demografi menguntungkan, pertumbuhan sekitar 5%, dan defisit fiskal di bawah 3%.
Respons Pemerintah
Kementerian Keuangan mengapresiasi pemeliharaan rating Baa2 sambil menegaskan komitmen transformasi ekonomi untuk menghidupkan mesin pertumbuhan. Bank Indonesia juga mengomentari bahwa fundamental ekonomi masih kuat meski ada risiko ketidakpastian kebijakan.

