Pantura Jawa: Jakarta-Semarang Jadi Prioritas Tanggul Laut Raksasa

Pantura Jawa: Jakarta-Semarang Jadi Prioritas Tanggul Laut Raksasa

Pemerintah Indonesia memprioritaskan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GWS) di Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya rute Jakarta-Semarang, untuk mengatasi banjir rob dan kenaikan muka air laut. Proyek ini menjadi megaproyek strategis di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto guna melindungi jutaan penduduk pesisir.

Ancaman di Pantura Jawa

Wilayah Pantura Jawa, termasuk Teluk Jakarta dan Semarang beserta Kendal-Demak, menghadapi subsidence (penurunan tanah) dan banjir rob yang semakin parah akibat kenaikan air laut 5 cm per tahun. Kondisi ini mengancam 20 juta jiwa dari Jakarta hingga Gresik, merusak infrastruktur, pertanian, dan pemukiman. Survei hidro-oseanografi oleh KKP dan TNI AL telah dilakukan untuk mendukung desain tanggul di kedua teluk prioritas tersebut.

Titik Prioritas Pembangunan

Teluk Jakarta: Titik awal utama, melanjutkan rencana Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS) dengan integrasi polder dan drainase untuk 44,2 km lokasi kritis.

Semarang dan sekitarnya: Meliputi Kendal, Semarang, Demak; dipilih karena banjir rob ekstrem, dibangun paralel dengan Jakarta.

Prioritas tambahan: Batang, Tegal, Pekalongan sebagai fase lanjutan.

Menko Bidang Infrastruktur AHY menekankan pembangunan simultan untuk wilayah Jawa Tengah guna cegah tenggelamnya Pantura.

Skala dan Biaya Proyek

Tanggul sepanjang 500-700 km dari Banten hingga Jawa Timur direncanakan rampung dalam 15-30 tahun dengan biaya Rp1.280 triliun. Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, dipimpin Didit Herdiawan Ashaf, mengawasi proyek ini, termasuk tahap A (120 km hingga 2030). Presiden Prabowo sebut lima daerah prioritas dengan anggaran awal USD 8 miliar untuk Jakarta saja.

Manfaat Jangka Panjang

Proyek ini bukan hanya benteng fisik, tapi juga perkuat ketahanan ekonomi dan pertahanan nasional dengan lindungi ibu kota serta kota industri. Selain tanggul, integrasi dengan penataan pesisir dan pengurangan subsidence melalui pengendalian air tanah menjadi kunci. Kritik menyebut biaya tinggi, tapi pelestarian mangrove dianggap solusi pelengkap murah.

 

Next Post Previous Post