PGUN: Profil PT Pradiksi Gunatama Tbk dan Prospek Cerah di 2026

PGUN: Profil PT Pradiksi Gunatama Tbk dan Prospek Cerah di 2026
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) merupakan emiten perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di BEI sejak 2022, dengan kode saham PGUN. Perusahaan ini fokus pada produksi minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, menjadikannya pemain kunci di sektor agribisnis Indonesia yang bergantung pada ekspor komoditas sawit.

Profil Perusahaan Secara Mendalam

PGUN didirikan pada 1 Maret 1995 dengan nama awal PT Pradiksi Gunatama, berbasis di Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Saat ini, perusahaan mengelola lahan seluas 22.500 hektar, di mana 12.800 hektar telah tertanam sawit (11.800 hektar matang/produktif dan sisanya plasma/petani kecil). 

Pabrik CPO berkapasitas 60 ton TBS/jam sedang diekspansi menjadi 90 ton/jam untuk meningkatkan efisiensi produksi. Selain CPO, PGUN memproduksi inti sawit (PK), kernel palm oil (KPO), dan sludge, dengan distribusi penjualan didominasi ekspor ke India, Pakistan, dan Cina (70%), sisanya domestik untuk biodiesel B35/B40.

Struktur kepemilikan: 70% dikuasai pemegang saham publik pasca-IPO, dengan manajemen inti dari keluarga pendiri yang berpengalaman di sektor perkebunan selama 30 tahun. PGUN juga aktif dalam program plasma untuk 2.000 hektar lahan petani mitra, mendukung keberlanjutan sesuai standar ISPO/RSPO parsial.

Kinerja Keuangan Historis

PGUN: Profil PT Pradiksi Gunatama Tbk dan Prospek Cerah di 2026
(Foto Saham PGUN dari Google Finansial)
Secara historis, PGUN mengalami tantangan pada 2017-2020 dengan NPM negatif akibat harga CPO rendah dan biaya produksi tinggi. Pemulihan dimulai 2021: pendapatan melonjak ke Rp738,57 miliar (2023), laba bersih Rp79,18 miliar (margin 10,7%), EBITDA Rp447 miliar (margin 42%). 

EPS terkini Rp25, PER 625x (valuasi premium karena prospek), PBV 5,2x, ROE 8,5%, dan debt-to-equity ratio sehat di 0,4x. Dividen yield minim 0,01%, prioritas ekspansi daripada pembagian tunai. Kapitalisasi pasar Rp94,67 triliun, free float 20%, dengan beta 1,78 menandakan volatilitas tinggi sejalan harga komoditas.

Pada 10 Februari 2026, saham PGUN dibuka melemah ke Rp8.700, tapi potensi rebound mengikuti IHSG positif 0,56% hari ini.

Analisis Fundamental Utama

Metrik

Nilai Terkini

Tren 2021-2025

Benchmark Sektor

Pendapatan

Rp738 miliar

+45% YoY

Rp500-1T (rata-rata)

Laba Bersih

Rp79 miliar

Dari rugi ke profit

Margin 8-12%

EBITDA Margin

42%

Stabil tinggi

30-40%

PER

625x

Turun dari 800x

15-25x (undervalued jika <20x)

ROE

8,5%

Naik dari 2%

>10% ideal

DER

0,4x

Rendah

<1x amant

Prospek Bisnis 2026

Tahun 2026 diproyeksikan cerah bagi PGUN berkat mandatori biodiesel B40/B50 (target 15-20% blending), yang bakal serap 40% produksi domestik CPO Indonesia. 

Harga CPO global stabil di US$800-1.000/ton, didorong permintaan biofuel Eropa dan defisit pasokan akibat El Nino. PGUN targetkan produksi TBS naik 20-30% pasca-ekspansi pabrik, potensi pendapatan Rp900 miliar, laba bersih Rp100-120 miliar (NPM 13-15%), EPS Rp35-40. Ekspor ke Asia Selatan tetap kuat, plus peluang kernel oil untuk kosmetik/industri.

Strategi: Sertifikasi RSPO full untuk akses pasar premium UE, diversifikasi ke AVO (minyak jelantah) via kemitraan Pertamina, dan akuisisi lahan 5.000 ha di Kalimantan Utara. Target harga saham Rp12.000-15.000 akhir 2026 jika IHSG tembus 8.500, dengan katalis berita korporasi Q1.

Risiko dan Strategi Mitigasi

Harga Komoditas: Fluktuasi CPO bisa tekan margin; mitigasi via hedging futures di SGX.

Regulasi: EU Deforestation Regulation (EUDR) batasi ekspor; PGUN patuhi traceability via ISPO.

Cuaca/Produktifitas: El Nino potensial; diversifikasi varietas sawit tahan kering.

Valuasi Tinggi: PER premium rawan koreksi; entry ideal saat <Rp8.000.

Rekomendasi Investasi

PGUN cocok untuk investor agresif sektor komoditas, dengan potensi upside 40-70% di 2026. Pantau katalis IHSG, laporan Q1 Mei 2026, dan volume perdagangan >10 juta lembar. Diversifikasi 5-10% portofolio untuk volatilitas tinggi.
Next Post Previous Post