IFSH 2026: Target Rp1 Triliun & Akuisisi Tambang Nikel Baru

IFSH 2026: Target Rp1 Triliun & Akuisisi Tambang Nikel Baru
PT Ifishdeco Tbk (IFSH), emiten tambang nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), telah mengumumkan target ambisius untuk mencapai pendapatan Rp1 triliun pada 2026, disertai laba bersih Rp100 miliar. Strategi ini didasarkan pada RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) yang disetujui, dengan fokus utama pada optimalisasi produksi nikel dan silika, serta ekspansi melalui akuisisi tambang baru.

Kinerja Sebelumnya

Pada 9M25 (sembilan bulan pertama 2025), IFSH mencatat pendapatan Rp668,82 miliar, turun 6% secara tahunan (YoY), sementara laba bersih Rp37,60 miliar atau turun 37% YoY akibat fluktuasi harga komoditas. Total aset mencapai Rp1 triliun, menunjukkan fondasi kuat untuk target 2026. Proyeksi revenue stabil di Rp1 triliun mirip pencapaian 2024-2025, didukung peningkatan volume produksi.

Target 2026 Detail

Manajemen menargetkan pendapatan Rp1 triliun dengan net profit Rp100 miliar, naik signifikan dari baseline sebelumnya. Produksi bijih nikel diproyeksikan 2,29 juta ton wet metric ton (WMT), sesuai RKAB yang disusun dengan prinsip Good Mining Practice. Capex difokuskan pada pengembangan tambang existing untuk efisiensi operasional.

Rencana Akuisisi Nikel

IFSH 2026: Target Rp1 Triliun & Akuisisi Tambang Nikel Baru
(Foto Saham IFSH dari Google Finansial)
IFSH sedang menjajaki dan berupaya realisasikan akuisisi tambang nikel baru pada 2026, melanjutkan eksplorasi sejak awal 2025. Targetnya menambah cadangan ore di tengah koreksi harga nikel global, yang sempat anjlok namun diprediksi pulih. Langkah ini krusial untuk sustain produksi jangka panjang dan tingkatkan kontribusi ke revenue.

Diversifikasi Bisnis

Selain nikel, IFSH diversifikasi ke perkebunan kelapa sawit di lahan HGU seluas 900 ha yang telah berizin sejak 2025. Inisiatif ini dimulai untuk manfaatkan aset idle, dengan potensi tambahan revenue dari komoditas pertanian. Strategi ganda ini (mining + plantation) mitigasi risiko volatilitas harga nikel.

Prospek & Risiko

Target Rp1T feasible jika harga nikel stabil di atas US$15.000/ton dan akuisisi selesai tepat waktu. Namun, tantangan termasuk regulasi ketat pemerintah RI soal hilirisasi nikel serta kompetisi ketat di sektor tambang. Investor pantau RUPS mendatang untuk update progres. Secara keseluruhan, IFSH posisikan diri tangguh di tengah dinamika pasar 2026.

Next Post Previous Post