Presiden Israel Disambut Demo di Mana-mana Saat Berkunjung ke Australia
Presiden Israel Isaac Herzog mengunjungi Australia mulai Senin (9/2/2026) untuk menunjukkan solidaritas kepada komunitas Yahudi usai penembakan massal antisemit di Pantai Bondi, Sydney, pada Desember 2025 yang menewaskan belasan orang. Kunjungan ini memicu gelombang protes besar-besaran dari kelompok pro-Palestina di berbagai kota, termasuk Sydney dan Canberra.
Latar Belakang Kunjungan
Kunjungan empat hari Herzog diundang oleh PM Australia Anthony Albanese untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendukung komunitas Yahudi lokal pasca-serangan teror di Bondi Beach. Albanese secara resmi menyambut Herzog di Gedung Parlemen Canberra pada Rabu (11/2), sambil menekankan pertanggungjawaban atas kematian pekerja kemanusiaan Australia di Gaza pada 2024. Herzog menyebut kunjungan ini penuh emosi untuk mengangkat semangat komunitas yang berduka.
Aksi Demo yang Ricuh
Ratusan hingga ribuan demonstran pro-Palestina menggelar unjuk rasa di pusat kota Sydney, Canberra, dan kota-kota lain pada 9-10 Februari, menolak kunjungan Herzog yang dituduh terkait konflik Gaza. Di Sydney, aksi berujung bentrokan dengan polisi, menyebabkan 27 penangkapan setelah polisi menggunakan kewenangan khusus seperti pembatasan akses dan pemeriksaan kendaraan. Demonstran meneriakkan slogan pro-Palestina, menyoroti "pembantaian" di Gaza dan kurangnya pengakuan terhadap korban Palestina.
Respons Berbagai Pihak
Polisi Australia mengerahkan pengamanan ketat, sementara pengadilan menolak upaya hukum untuk membatalkan pembatasan demo. Komunitas Yahudi Australia terpecah: Dewan Eksekutif Yahudi memuji kunjungan sebagai pengangkat semangat, tapi Dewan Yahudi Australia dan 1.000+ akademisi Yahudi mendesak pencabutan undangan via surat terbuka. Protes juga menyoroti kematian pekerja sosial Australia Lalzawmi Frankcom akibat serangan Israel di Gaza.
Dampak dan Konsekuensi
Kunjungan ini menimbulkan ketegangan sosial di Australia terkait konflik Israel-Palestina, dengan demo yang memicu kerusuhan dan penangkapan massal. Meski demikian, pemerintah Australia melanjutkan agenda, menekankan solidaritas antarnegara di tengah isu keamanan dan hak asasi. Peristiwa ini menambah diskusi publik soal keseimbangan dukungan Israel dan simpati Palestina di negara tersebut.

