Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Danantara

Presiden Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Danantara

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Februari 2026, yang berlangsung sekitar pukul 14.00-15.00 WIB. Kehadirannya menjadi sorotan utama untuk meyakinkan pasar dan investor domestik maupun asing tentang stabilitas serta prospek cerah ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.

Latar Belakang Acara

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai forum sarasehan ekonomi tahunan yang fokus pada proyeksi pertumbuhan, pengelolaan aset negara, dan strategi fiskal ke depan. 

Bertempat di Wisma Danantara, acara ini dihadiri oleh pejabat tinggi seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ekonom terkemuka, serta perwakilan sektor swasta dan lembaga keuangan. Sebelumnya, pada 11-12 Februari, berbagai media telah mengonfirmasi kehadiran Prabowo, menjadikannya momen krusial pasca-pelantikan pemerintahannya.

Isu Ekonomi yang Dibahas

Forum ini membahas proyeksi ekonomi Indonesia 2026, di mana Airlangga menegaskan bahwa Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi kedua di G20 (setelah India), kontras dengan stagnasi global di 3% pada 2025. 

Topik utama meliputi penguatan penerimaan negara melalui optimalisasi aset BUMN oleh Danantara, respons terhadap penurunan outlook rating kredit Moody's akibat defisit fiskal, serta strategi mitigasi risiko geopolitik seperti perang dagang dan inflasi global. Prabowo disebut siap "buka-bukaan" soal rencana kebijakan, termasuk target pertumbuhan 8% jangka panjang melalui hilirisasi dan investasi hijau.

Dampak dan Respons Pasar

Kehadiran Prabowo dianggap sebagai sinyal kuat untuk menenangkan pasar, terutama setelah fluktuasi rupiah dan indeks saham baru-baru ini. Analis memprediksi acara ini bisa mendorong inflow investasi asing ke sektor infrastruktur dan energi terbarukan yang dikelola Danantara.

 Sebagai penutup, forum ini juga merilis laporan outlook resmi, yang menjanjikan peningkatan pendapatan negara hingga triliunan rupiah melalui pengelolaan aset secara profesional.

 

Next Post Previous Post