Mengapa Saham BBCA Masih Prioritas Utama Saat IHSG Melemah?

Mengapa Saham BBCA Masih Prioritas Utama Saat IHSG Melemah?
IHSG mengalami tekanan signifikan di awal 2026 akibat sentimen global dan rotasi portofolio investor, namun saham BBCA tetap menonjol sebagai pilihan utama berkat fundamental kuatnya. Meski turun hingga mendekati level pandemi Covid-19, BBCA menunjukkan ketahanan dibandingkan bank lain.

Fundamental Solid BBCA

BBCA mencatat kinerja terbaik di antara bank besar, dengan ROE mencapai 25% jauh di atas rata-rata sektor 18%. Likuiditas ample dan CASA tinggi menjaga NIM tetap solid meski industri ketat, ditambah penyaluran kredit yang membaik. Valuasi PBV saat ini 3,45 kali berada di bawah historis di atas 4 kali, menjadikannya fair hingga undervalued.

Dukungan Buyback dan Strategi Manajemen

Manajemen BBCA rencanakan buyback hingga Rp5 triliun untuk stabilkan harga dan tingkatkan pengembalian pemegang saham di 2026. Agenda ini beri kepercayaan investor saat IHSG anjlok 5-7% akibat isu MSCI free float. Analis Sucor Sekuritas rekomendasikan beli dengan target Rp11.500, implikasi PBV 4,6x.

Prospek 2026 Meski Koreksi Teknis

Pelemahan BBCA bersifat teknis dari rotasi investor asing, bukan fundamental memburuk. Potensi penurunan suku bunga, stabilisasi NIM, dan pemulihan kredit jadi katalis positif. Rekomendasi beli di Rp7.200 saat koreksi, karena harga undervalued dan didukung domestik kuat.


Next Post Previous Post