Rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 di Jakarta Resmi Dimulai

Rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 di Jakarta Resmi Dimulai
Festival Imlek Jakarta 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat, 13 Februari 2026, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pembukaan ini menandai dimulainya serangkaian perayaan yang berlangsung hingga awal Maret, menampilkan keberagaman budaya Tionghoa dan akulturasi dengan elemen lokal Betawi.

Pembukaan dan Tema Utama

Gubernur Pramono menekankan bahwa festival ini menjadi simbol Jakarta sebagai kota global yang inklusif bagi semua agama dan budaya. Rangkaian acara dimulai dengan Lomba Dekorasi Imlek pada 12-17 Februari di sepanjang Sudirman-Thamrin, melibatkan sekitar 98 gedung dengan ornamen 12 shio dan instalasi modern bertema keberuntungan.

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kegiatan di ruang publik strategis seperti Bundaran HI, Monas, TMII, dan Pecinan untuk merata merayakan Imlek. Tujuannya mempererat kebersamaan warga Ibu Kota melalui pentas seni, instalasi cahaya, dan parade budaya.

Jadwal dan Lokasi Acara Unggulan

Berikut daftar rangkaian acara utama beserta jadwal dan lokasinya:

Acara

Tanggal

Lokasi

Keterangan

Lomba Dekorasi Imlek

12-17 Februari 2026

Sudirman-Thamrin

Dekorasi gedung ritel dan kawasan bisnis dengan tema Imlek.

Festival Imlek Jakarta

13-17 Februari 2026

Bundaran HI

3D Lantern 12 Shio, Harmony Lantern Walk, Pagoda LED, Liong Dance, Parade Barongsai, Laser Show.

Simfoni Imlek Jakarta Kolosal

13 Februari 2026

Bundaran HI

Ensemble 50+ alat musik Tionghoa dan Tarian Selendang Dendang.

Festival Pecinan Jakarta

14-17 Februari 2026

Anjungan DKI TMII

Dekorasi Imlek, Barongsai, akulturasi budaya Tionghoa-Betawi.

Harmoni Jakarta

14-17 Februari 2026

Blok M Hub

Art installations.

Semarak Imlek Jakarta

16-17 Februari 2026

Monas

Video mapping dan art installations.

Festival Lentera & Puncak Imlek Nasional

22-28 Februari 2026

Lapangan Banteng

Pasar kuliner, seni kreatif, parade Imlek Nusantara, Kabinet Merah Putih.

Daya Tarik dan Dampak

Festival ini menghadirkan instalasi visual seperti lampion raksasa dan pertunjukan kolosal yang memadukan tradisi Tionghoa dengan nuansa modern Jakarta. Selain hiburan, acara ini juga mempromosikan pariwisata dan toleransi antarbudaya, menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Warga diimbau mematuhi protokol keselamatan dan memanfaatkan transportasi publik untuk menghindari kemacetan di lokasi utama. Perayaan ini menegaskan komitmen Jakarta dalam merayakan keberagaman sebagai kekuatan kota metropolitan.

Next Post Previous Post