Rusia Blokir WhatsApp: Paksa 100 Juta Pengguna Pindah ke Aplikasi Max

 

Rusia Blokir WhatsApp: Paksa 100 Juta Pengguna Pindah ke Aplikasi Max

Rusia baru saja mengimplementasikan pemblokiran penuh terhadap WhatsApp, memaksa lebih dari 100 juta penggunanya beralih ke aplikasi lokal bernama Max. Langkah ini bagian dari strategi Kremlin untuk mengurangi ketergantungan pada platform asing dan memperkuat kendali digital nasional.

Latar Belakang Pemblokiran

Pemerintah Rusia melalui Roskomnadzor mengancam blokir total WhatsApp sejak akhir 2025 karena dianggap melanggar hukum nasional, termasuk penolakan berbagi data untuk kasus penipuan dan terorisme. Sebelum pemblokiran penuh pada Februari 2026, Rusia sudah membatasi panggilan suara/video sejak Agustus 2025 dan memblokir SMS verifikasi pada Oktober 2025, mendorong pengguna mencari alternatif. Kebijakan ini mirip blokir Facebook dan Instagram sejak 2022, menargetkan layanan Meta.

Apa Itu Aplikasi Max?

Max adalah aplikasi super buatan VK Company (dikuasai negara), diluncurkan Juni 2025 berdasarkan undang-undang Presiden Putin. Selain chat dan panggilan, Max integrasikan layanan pemerintah, perbankan, pembayaran digital, serta penyimpanan dokumen—mirip WeChat China. Wajib pre-installed di semua HP dan komputer dijual di Rusia sejak September 2025, digunakan di sekolah, universitas, dan instansi pemerintah.

Dampak bagi 100 Juta Pengguna

WhatsApp klaim pemblokiran ini cabut hak komunikasi pribadi 100 juta warga Rusia, sementara Max dipromosikan sebagai opsi "aman" dengan enkripsi lokal. Pengguna WhatsApp alami gangguan di Siberia dan Ural, memaksa migrasi cepat ke Max yang sudah diunduh 18 juta kali per Agustus 2025. Telegram (90 juta pengguna Rusia) juga terdampak pembatasan, dengan CEO-nya protes keras.

Kontroversi dan Kritik

Kritikus khawatir Max jadi alat pengawasan FSB karena server lokal wajib tunduk permintaan data pemerintah. Meski media Rusia bantah, pakar seperti Mark Galeotti sebut ini strategi Kremlin paksa tinggalkan app asing. Max sudah alami kasus penipuan pertama, meski diklaim lebih aman dari WhatsApp.

Masa Depan Komunikasi di Rusia

Dengan WhatsApp diblokir, Max diprediksi kuasai pasar (WhatsApp kuasai 68% sebelumnya). Pemerintah dorong operator telekom blokir akses asing, prioritaskan Max untuk urusan harian. Bagi pengguna global, ini contoh tren "digital sovereignty" seperti di China.

Next Post Previous Post