Saham BBCA Tetap Jadi Favorit Investor Saat Pasar Bergoyang Ketidakpastian

 

Saham BBCA Tetap Jadi Favorit Investor Saat Pasar Bergoyang Ketidakpastian

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus menjadi pilihan utama investor meski pasar saham Indonesia mengalami gejolak akibat ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Di tengah fluktuasi IHSG dan tekanan dari faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga BI, fundamental kuat BBCA membuatnya tetap defensif.

Kinerja Fundamental yang Solid

BBCA menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan kredit yang konsisten, mencapai Rp 877 triliun per September 2024, naik 14,5% secara tahunan. Analis seperti BRIDS memproyeksikan laba bersih BBCA mencapai Rp 57,63 triliun pada 2026, didukung profil pendapatan aman dan kualitas aset unggul dibanding peers.

Kualitas kredit stabil dan waralaba simpanan kuat membuat BBCA tahan terhadap volatilitas pasar. Bahkan saat harga saham terkoreksi hingga Rp 7.775 pada Januari 2026, investor institusi global tetap borong saham ini.

Rekomendasi Analis Kompak Buy

Saham BBCA Tetap Jadi Favorit Investor Saat Pasar Bergoyang Ketidakpastian
(Foto Saham BBCA dari Google Finansial)
BRIDS Danareksa dan CGS International menobatkan BBCA sebagai top pick dengan target harga Rp 10.800 dan Rp 10.700 untuk 12 bulan ke depan. Mereka menyoroti potensi inflow dana asing dan perbaikan volume kredit di 2026.

RHB Sekuritas dan JP Morgan juga merekomendasikan akumulasi saat koreksi, menyebut BBCA sebagai opsi defensif di tengah likuiditas ketat dan gejolak 2025-2026. Agenda buyback dan penyaluran kredit membaik semakin memperkuat sentimen positif.

Analis

Rekomendasi

Target Harga (Rp)

Alasan Utama

BRIDS

Buy

10.800

Laba 2026 Rp 57,63T, defensif

CGS International

Add (Buy)

10.700

Stabilitas kredit, inflow asing

RHB Sekuritas

Akumulasi

-

Pertumbuhan pinjaman solid

Ketahanan di Tengah Gejolak Pasar

Meski BBCA pemberat IHSG sepanjang 2025 dengan koreksi 16,8%, analis tetap optimis karena valuasi undervalued dan manajemen risiko superior. Di awal 2026, tekanan aksi jual asing terlihat, tapi 70-80% kepemilikan publik membuatnya favorit jangka panjang.

BBCA unggul dibanding big banks lain, dengan potensi turnover positif di 2026. Investor ritel dan institusi melihatnya sebagai safe haven saat pasar bergoyang.

Next Post Previous Post