Singapore Airlines Genjot Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Penerbangan Berkelanjutan
Singapore Airlines sedang mengakselerasi penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk mendukung penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini bagian dari komitmen jangka panjang mereka menuju emisi nol bersih pada 2050.
Kemitraan Utama
Singapore Airlines Group menandatangani MoU dengan Aether Fuels pada Februari 2025 untuk mengadopsi SAF dari fasilitas produksi di AS dan Asia Tenggara. Perjanjian awal mencakup pasokan SAF murni selama lima tahun, yang dicampur dengan bahan bakar jet konvensional untuk SIA dan Scoot, memanfaatkan teknologi Aether Aurora dari limbah karbon.
Target Penggunaan SAF
SIA menetapkan target 5% kebutuhan bahan bakar diganti SAF pada 2030, sebagai pendorong utama dekarbonisasi. SAF dari mitra seperti Neste dan World Energy bisa kurangi emisi hingga 80% sepanjang siklus hidup dibanding jet fuel konvensional.
Dampak Lingkungan
SAF bersertifikat CORSIA ini dirancang kurangi emisi gas rumah kaca minimal 75%, terintegrasi sempurna dengan mesin dan infrastruktur bandara existing. SIA juga bereksperimen sejak 2017 dengan penerbangan ramah lingkungan via kemitraan CAAS.
Strategi mencakup pesawat generasi baru, efisiensi operasional, dan kolaborasi global; mulai 2026, penumpang Singapura kena biaya tambahan untuk SAF. Ini perkuat ambisi SIA tanpa jejak karbon.

