Utang Luar Negeri RI Tembus US$431,7 Miliar, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Utang Luar Negeri RI Tembus US$431,7 Miliar, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$431,7 miliar pada akhir 2025, naik dari US$427,6 miliar di triwulan sebelumnya, didorong utang pemerintah yang meningkat ke US$214,3 miliar akibat aliran modal asing ke SBN internasional. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan investor tetap terjaga meski ada ketidakpastian global, dengan struktur ULN yang diklaim sehat oleh Bank Indonesia.

Dampak Positif Jangka Pendek

Utang ini mendukung pembiayaan pembangunan, meningkatkan investasi, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi melalui proyek infrastruktur serta penguatan cadangan devisa. Secara historis, ULN memberikan efek positif awal terhadap GDP, melengkapi kekurangan modal domestik.

Risiko Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, ULN bisa membebani stabilitas keuangan melalui fluktuasi nilai tukar, tekanan pada sektor perbankan (seperti NPL), dan pembayaran bunga yang tinggi, berpotensi mengurangi kesejahteraan masyarakat. Indikator seperti Debt Service Ratio (DSR) menandakan beban potensial jika tidak dikelola baik.

Strategi Pengelolaan

BI dan pemerintah memantau ketat untuk minimalkan risiko, optimalkan ULN guna pertumbuhan berkelanjutan, dengan diversifikasi sumber dan penggunaan produktif. Rasio utang terhadap GDP dan ekspor saat ini masih terkendali, tapi pengawasan ketat diperlukan.

 

Next Post Previous Post