BEI Ungkap 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, Kebutuhan Dana Capai Rp187 Triliun

BEI Ungkap 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, Kebutuhan Dana Capai Rp187 Triliun

BEI laporkan 267 emiten memenuhi free float 7,5% tapi belum 15% berdasarkan data per Desember 2025, dengan kebutuhan tambahan saham senilai Rp187 triliun untuk patuh penuh.

Ini bagian dari kebijakan BEI naikkan free float minimum menjadi 15% guna tingkatkan likuiditas pasar modal.

Detail Kasus

BEI catat 267 perusahaan tercatat yang sudah capai free float 7,5% dari total saham, tapi masih di bawah 15% sesuai target baru. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, sebut pasar harus serap tambahan market cap Rp187 triliun agar ketentuan terpenuhi. Data ini dari Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham (LBRE) per 31 Desember 2025.

Status Emiten Lain

Secara keseluruhan, 894 emiten sudah penuhi free float minimal 7,5% dan siap naik ke 15%. Namun, 49 emiten prioritas (representasi 90% cap emiten belum patuh) belum lengkap, termasuk 18 yang kirim LBRE tapi gagal syarat dan 31 tak lapor. BEI beri tenggat bertahap hingga Maret 2026, dengan ancaman suspensi atau delisting bagi pelanggar.

Dampak Pasar

Kebijakan ini dorong pelepasan saham lebih banyak ke publik, tingkatkan trading volume dan likuiditas. Sebelumnya, 38 emiten disuspensi karena gagal free float 7,5%. Investor perlu pantau emiten big caps seperti yang terdaftar di bawah 15%.

 

Next Post Previous Post